Marta Setiabudy
Microbiology Department, Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Ratna 1, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani Marta Setiabudy; I Ketut Tangking Widarsa; Putu Nia Santoso; AA Ayu Asri Prima Dewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.84-91

Abstract

Abstrak Stunting, yang merupakan hasil dari kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan anak, menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi dan menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penduduk. Mitra dari program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah keluarga anak balita stunting di Posyandu Ratna 1 di Banjar Bayung Gede, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani yang berjumlah lima keluarga. Permasalahan prioritas dari mereka adalah pengetahuan tentang gizi dan makan sehat untuk anak balita masih kurang dan asupan gizi terutama asupan protein jauh di bawah angka kecukuan gizi (AKG). Tujuan dari kegiatan ini dilakukan adalah meningkatakan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan stunting serta penanganannya. Solusi yang diusulkan untuk mengatasi permasalah prioritas dari mitra adalah memberikan edukasi tentang Gizi dan makan sehat sesuai isi piringku, sumber protein yang mudah didapatkan dan dikelola di lingkungan tempat tinggal kepada orang tua dari anak balita dan memberikan bantuan berupa paket gizi tinggi protein. Kegiatan PKM ini dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan, dilanjutkan dengan pemberian edukasi dan pemberian bantuan paket gizi berupa susu tinggi protein. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dilaksanakan selama sehari dihadiri oleh 5 keluarga binaan dan keluarga-keluarga lain yang saat itu sedang berkunjung ke posyandu. Antusiasme masyarakat terlihat dari pertanyaa-pertanyaan yang diajukan. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan selesai. Edukasi dan bantuan yang diberikan membawa dampak yang positif kepada keluarga binaan. Kata Kunci: Stunting, Gizi, Bayung Gede, Kintamani Abstract Stunting, which results from chronic undernutrition during childhood, is a serious problem that affects the overall well-being and development of society. In many countries, including Indonesia, the prevalence of stunting is still concerning and is one of the main challenges in efforts to improve the quality of life of the population. The partners of this community partnership program (PKM) are the families of stunted toddlers at Posyandu Ratna 1 in Banjar Bayung Gede, Bayung Gede Village, Kintamani District, totaling five families. Their priority problems were lack of knowledge about nutrition and healthy eating for children under five and nutritional intake, especially protein intake, was far below the nutritional guidelines (AKG). The purpose of this activity is to increase community knowledge about the dangers and prevention of stunting and its handling. The proposed solution to overcome the priority problems of partners is to provide education about nutrition and healthy eating according to the guideline “isi piringku”, protein sources that are easily obtained and managed in the neighborhood to parents of children under five and provide assistance in the form of high protein nutrition packages. This PKM activity was carried out in stages starting from preparation, followed by providing education and providing nutritional package assistance in the form of high protein milk. Counseling and discussion activities were held for a day, attended by 5 fostered families and other families who were visiting the posyandu at that time. The enthusiasm of the community can be seen from the questions asked. Evaluation was conducted after the program was completed. The education and assistance provided had a positive impact on the assisted families. Keywords: Stunting, nutrition, Bayung Gede, Kintamani
Sinergi Posyandu dan Keluarga dalam Penanggulangan Stunting Balita: Pendekatan Berbasis Komunitas di Desa Bayung Gede Marta Setiabudy; Putu Nia Calista Santoso; Putu Austin Widyasari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.127-133

Abstract

Desa Bayung Gede, adalah salah satu desa di kecamatan Kintamani. Masyarakat setempat pada umumnya bekerja sebagai petani dan menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Penggunaan pupuk kompos ini berdampak pada banyaknya lalat di sekitar lingkungan tinggal. Lalat adalah vektor penyakit infeksi saluran cerna yang berdampak pada kesehatan terutama anak-anak. Balita dengan stunting rentan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat memperburuk tumbuh kembangnya, demikian pula sebaliknya. Permasalahan ini menjadi sebuah dasar diadakannya suatu kegiatan penyuluhan kepada keluarga dengan anak-anak balita mengenai pola makan dengan gizi seimbang, risiko infeksi saluran cerna dan hubungannya dengan kejadian stunting serta pentingnya menjaga kebersihan, terutama dari makanan yang akan dikonsumsi. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan perubahan dalam pola hidup di masyarakat dan menurunkan angka stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan diskusi serta pembagian bantuan. Masyarakat yang telah menerima penyuluhan dapat menyebarkan informasi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya sanitasi lingkungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses ini mendorong terciptanya sinergi yang positif. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dilaksanakan selama sehari dan evaluasi dilakukan berkala. Selain 5 keluarga binaan, penyuluhan juga diikuti oleh keluarga-keluarga lain yang saat itu sedang berkunjung ke posyandu. Antusiasme masyarakat tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tingkat pengetahuan masyarakat dievaluasi dengan kuesioner pretest dan postest dan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43.7%. Bantuan berupa paket gizi (susu), paket sembako, dan tudung saji sudah disalurkan. Diharapkan dengan pemberian edukasi melalui penyuluhan ini maka angka stunting dapat menurun dan bahkan tidak ada lagi. Kata kunci: infeksi saluran cerna; lalat; stunting