Dalam proses pembelajaran, bahan ajar memegang peranan yang sangat penting karena bahan ajar akan menentukan kualitas dan hasil pembelajaran. Oleh sebab itu, pentingnya memperhatikan tingkat kelayakan bahan ajar yang akan digunakan. Melalui penelitian pengembangan pendidikan (educational research and development) ini penulis bertujuan ingin mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar matakuliah Morfologi Bahasa Indonesia berbasis konstektual Tingkat kelayakan dalam pelitian ini dilihat dari hasil uji validasi ahli, uji kepraktisan, dan uji tingkat keterbacaan bahan ajar. Model penelitian pengembangan yang digunakan merupakan modifikasi model Borg and Gall. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester III Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Silampari yang mengambil mata Kuliah Morfologi Bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan data angket dan tes hasil belajar. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh data uji validasi desain sebesar 0.90 kategori validasi sangat tinggi, validasi materi 0,85 kategori validasi sangat tinggi, dan validasi bahasa 0.90 kategori validasi sangat tinggi. Jika dihitung rerata hasil uji validasi diperoleh tingkat validasi sebesar 0.88 dalam kategori sangat tinggi. Sementara hasil uji kepraktisan melalui tiga kelompok evaluasi, yaitu evaluasi one to one diperoleh nilai kepraktisan 95% (sangat praktis), evaluasi small group tryout diperoleh nilai kepraktisan 92.44% (sangat praktis), dan evaluasi field tryout diperoleh nilai kepraktisan 87.08 (sangat praktis). Rerata nilai kepraktisan diperoleh sebesar 88.58 kategori sangat praktis. Untuk tingkat keterbacaan mahasiswa terhadap buku ajar diperoleh rerata nilai hasil belajar sebesar 81.07 kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bahan ajar memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dan sangat baik.