Syaiful Rohman
STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Madura Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing Melalui Kunjungan Perpustakaan dan Lingkungan Riil Pada Pelajaran Fikih di Kelas VI MI Raudlatul Mubtadiin Ketapang Sampang Syaiful Rohman
JIEES : Journal of Islamic Education at Elementary School Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47400/jiees.v4i2.59

Abstract

Di MI Raudlatul Mubtadiin Ketapang, metode inkuiri berhasil diterapkan lewat perjalanan perpustakaan dan iklim yang nyata. Diperoleh hasil, yaitu: 1. Sebelum memutuskan layak atau tidaknya pembelajaran menggunakan metode inkuiri, terlebih dahulu dipikirkan kesesuaian dan ketepatan dengan kriteria pembelajaran inkuiri pada mata kuliah Fikih kelas V materi Haji dan Umrah, serta minuman dan makanan yang haram dna halal Hal ini didasarkan pada lima faktor, yaitu keuntungan belajar, perlunya pengetahuan dan kemampuan dasar, nilai pengetahuan, lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses, dan keberadaan sumber belajar. Proses pembelajaran inkuiri memiliki tujuh persyaratan yang harus dipenuhi: a. materi/teori; b. stimulus masalah; c. keutamaan mempunyai wawasan; d. waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran; e. mengembangkan skenario selama dialog; f. memberikan contoh-contoh yang bertentangan, dan g. mengembangkan hipotesis. Dari ketujuh poin tersebut, data menunjukkan bahwa lima di antaranya, yaitu poin a, b, c, d, dan f telah dipraktikkan. Selain itu, poin e dan g telah dipraktikkan. 2. Unsur-unsur yang memfasilitasi penerapan inkuiri di MI Raudlatul Mubtadiin adalah: a. Ketersediaan prasarana dan sarana pendukung; b. Latar belakang dan lingkungan siswa yang berbeda-beda; c. Dorongan dari para pendidik yang pantang menyerah dalam meningkatkan kemampuannya dalam mendidik peserta didik dan mengisi kesenjangan yang ada; dan d. Antusiasme siswa. Kenikmatan siswa terhadap kegiatan yang diajarkan dan dipelajari.