Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Social Innovation of PT. Pertamina EP Pendopo Field for Conservation the Protected Orchid Plants in Selangit Village, Musi Rawas Regency Mohammad Nur Samudin W; Suharyadi Suharyadi; Hengky Rosadi; Renny Maulidda; Nyayu Latifah Husni; Ade Silvia Handayani; Muhammad Rezza
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 1 No. 11 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v1i11.110

Abstract

A rescue program was made to save orchid plants in Selangit Village by initiating and involving the community. This activity began in 2017 and now, more than 250 species of orchid plants have been successfully rescued. The decline of some species of orchid plants are due to many factors, such as the endemic nature, forest fire, illegal logging, and illegal sales by collector can be an accelerator of their extinction.  This activity can be a trigger to increase insight and ideas for the government and local community in developing natural areas. Working together between PT. Pertamina EP Pendopo Field and South Sumatera Natural Resources Conservation Center to build the Selangit Greenhouse aims to save orchid plants and can be an education facility for educators and learners. Next, this program advised to development of tourist village destinations by increasing training and promotion activities of flora tourism activities, and can be sustainable social activity in rescuing orchids and rare plants in Selangit village.
Pemanfaatan Teknologi Iot Sebagai Solusi Pemantauan Lingkungan Di Kebun Petik Buah Melon Kas Fruits Ahmad Taqwa; Ade Silvia Handayani; Carlos R Sitompul; Dwi Ramadhani; Feriska Putri Daviana; Putri Nur Azizah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.379

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan yang memicu cuaca ekstrem berdampak nyata pada produktivitas tanaman hortikultura, khususnya melon yang sensitif terhadap suhu, kelembaban, dan kualitas udara. Kebun Petik Buah Melon KAS Fruits di Kabupaten Banyuasin menghadapi permasalahan berupa keterbatasan pemantauan lingkungan yang masih manual, ketidaktepatan waktu dalam pengambilan keputusan budidaya, serta rendahnya pemahaman mitra terhadap pemanfaatan teknologi digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem monitoring lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Penyelesaian masalah dilakukan dengan merancang perangkat keras berbasis sensor (DHT22, MQ7, MQ135, LDR, anemometer, sensor hujan, dan sensor kelembaban tanah) yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32, mengembangkan perangkat lunak berupa dashboard website dengan basis data MySQL, serta memberikan pelatihan penggunaan sistem kepada mitra. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu menampilkan data suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, kondisi hujan, kecepatan angin, kelembaban tanah, dan kualitas udara secara real-time, menyimpan data ke dalam database, serta memberikan peringatan dini saat kondisi kritis tercapai. Selain hasil teknis, kegiatan ini juga meningkatkan literasi digital petani, memperkuat kemampuan mitra dalam membaca data lingkungan, dan membantu mereka mengambil tindakan preventif lebih cepat. Dengan demikian, keberadaan sistem ini tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas melon, tetapi juga memperkuat keberlanjutan agrowisata melalui pemanfaatan teknologi digital yang mudah dioperasikan.
Multisensor monitoring system for detecting changes in weather conditions and air quality in agricultural environments Dwi Ramadhani; Ahmad Taqwa; Ade Silvia Handayani; Wahyu Caesarendra; Nyayu Latifah Husni; Carlos R Sitompul
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v3i2.103

Abstract

The increasing impact of climate change and the need for precision agriculture demand reliable environmental monitoring solutions.This study aims to develop a real-time, multisensor-based environmental monitoring system that displays data via an I2C LCD and a user-friendly web interface. The system utilizes an ESP32 microcontroller connected to a range of sensors, including the DHT22 (for temperature and humidity), MQ-7 and MQ-135 (for CO and COâ‚‚), LDR (for light intensity), a rain sensor, and an anemometer (for wind speed). Testing was conducted over eight hours under various environmental conditions, both indoors and outdoors. Validation was performed by comparing the sensor readings with those from standard measuring instruments. The results showed that the DHT22 sensor had a low error rate of 0.62% for temperature and 0.38% for humidity. Other sensors demonstrated low standard deviation values, indicating stable and consistent measurements. The system also exhibited responsive and accurate performance in detecting changes in environmental parameters. Therefore, this system is effective as an environmental monitoring tool for agricultural applications and can support early decision-making based on environmental condition changes.