Eventus Ombri Kaho
Universitas Sanata Dharma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Sekolah Entrepreneur dalam Wacana Lacan Eventus Ombri Kaho
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol 3 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.3.1.2024.12-24

Abstract

Dunia pendidikan tidak dapat mengelak dari kapitalisme. Kapitalisme kian merongrong dunia pendidikan dalam segala aspek. Salah satu bentuk yang paling konkret ialah bagaimana ia dapat memengaruhi visi dan misi pendidikan. Berbagai upaya dilakukan oleh institusi pendidikan untuk dapat eksis. Di satu sisi memang memunculkan berbagai macam kritik, namun di sisi lain menimbulkan sebuah pengakuan atas ketidak-berdayaan. Harus diakui bahwa kapitalisme dan pendidikan adalah dua hal yang tidak begitu mudah untuk dipisahkan. Fenomena inilah yang kemudian ditanggapi dengan semangat entrepreneur. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini ialah autoetnografi. Sumber data yang penulis gunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer yang diperoleh melalui pengalaman penulis sendiri dan wawancara mendalam dengan beberapa guru. Sedangkan data sekunder berupa teks, sumber bacaan, dan beberapa aturan perundang-undangan. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena tersebut ialah teori empat wacana dari Lacan, khususnya wacana tuan. Tanggapan dari dunia pendidikan atas perubahan zaman ialah dengan menawarkan semangat entrepreneur. Harapannya dengan menerapkan semangat ini, sekolah-sekolah entrepreneur dapat beradaptasi atau dalam bahasa bisnis dapat melahirkan budaya kerja yang memiliki daya saing (kopetitif).
Tracing the Power of Tattoos on Malaka-East Nusa Tenggara Women's Bodies during the Japanese Occupation Eventus Ombri Kaho
Journal of Feminism and Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Feminism and Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to uncover the symbolic meaning and power of tattoos on the bodies of Malacca women in East Nusa Tenggara during the Japanese occupation, from the perspective of Iris Marion Young. In the context of Japanese imperialism, tattoos on the bodies of Malacca women were not merely cultural expressions, but also symbolic media of resistance and expression of identity amidst the pressures of imperialist power and patriarchal control. Young’s approach to structural goals and objectives is applied to examine how women's bodies, through tattoos, become a means of maintaining identity and agency under a system that dominates and controls women. Using in-depth and historical interview methods, this study shows that tattoos play an important role in strengthening women’s resistance to the Japanese power structure. This is motivated by Japan’s actions in making women its sexual objects. This study provides a deeper understanding of how Malacca women use their bodies as a medium of resistance against gender injustice and social inequality.