Kesehatan mental merupakan keadaan dimana seseorang dapat beradaptasi dengan baik, memiliki semangat hidup yang tinggi dan terjaga, serta berupaya mencapai aktualisasi diri secara optimal. Berbagai macam penelitian mengenai kesehatan mental telah dilakukan, namun penelitian di pondok pesantren masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan karakter spiritualitas dengan kesehatan mental santri di pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan lembaga sosial berbasis agama Islam yang menerapkan sistem boarding dan mempunyai rangkaian kegiatan yang menekankan pada kegiatan ibadah kelompok dan pengajian yang dilaksanakan secara rutin sehingga memicu penggunaan kekuatan karakter spiritualitas secara masif. Kekuatan karakter spiritualitas merupakan hubungan antara seseorang dengan nilai-nilai transendental yang memberi makna dan tujuan hidupnya sehingga timbul keterikatan pada nilai-nilai yang lebih tinggi dan universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dengan menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan dua variabel interval. Penelitian ini melibatkan 127 santri dari salah satu pesantren di Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kekuatan karakter spiritualitas dengan kesehatan mental santri dengan korelasi sebesar 0,658 pada taraf signifikansi 0,01. Maka H0 ditolak dan diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi kekuatan karakter spiritualitas maka semakin tinggi pula kesehatan mental santri.