Abstract: The Merdeka Curriculum as an effort to renew education focuses on developing the competence and character of students in accordance with the values of Pancasila. The Mobilizing School Program is one of the programs in the Merdeka Curriculum which aims to develop student learning outcomes holistically by realizing the Pancasila Student Profile which includes literacy-numeration abilities and student character. This analysis is intended to determine the implementation of the Independent Curriculum learning in Mobilizing Schools. The research method uses qualitative methods with metaanalysis Of data techniques. The data used was obtained from various relevant journal articles. The results of the study show that the implementation of learning in the Mobilization School is based on the development of literacy-numeracy competencies and also character development based on the Pancasila Student Profile Strengthening Project which uses digitalization of learning and also time flexibility where learning assessment is no longer summative but uses formative. Thus, the implementation of the implementation of learning in driving schools focuses and is oriented towards students, especially in developing the competencies and also the character of students. Keywords: implementation, driving school, independent curriculum, digitization Abstrak: Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya pembaharuan pendidikan berfokus pada pengembangan kompetensi dan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Program Sekolah Penggerak sebagai salah satu program di dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kemampuan literasi-numerasi dan karakter siswa. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik meta analisis data. Data yang digunkan diperoleh dari berbagai artikel jurnal yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran di Sekolah Penggerak berbasis pada pengembangan kompetensi literasinumerasi dan juga pengembangan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menggunakan digitalisasi pembelajaran dan juga fleksibilitas waktu dimana penilaian pembelajaran tidak lagi secara sumatif akan tetapi menggunakan formatif. Dengan demikian, implementasi pelaksanaan pembelajaran di sekolah penggerak berfokus dan berorientasi pada peserta didik utamanya dalam pengembangan kompetensi dan juga karakter peserta didik. Kata kunci: implementasi, sekolah penggerak, kurikulum merdeka, digitalisasi