Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hierarchy of Meaning in Interpretation:Sharia, Customary, and Linguistic Meanings in the Digital Literacy Era Ariesta Nadya Alfadhela; Sutrisno Hadi; Pathur Rahman
Al-Hikmah: International Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Education Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/alhikmah81

Abstract

This study aims to analyze the hierarchy of meaning in the interpratation of the Qur’an, focusing on the relationship between syar’i meaning (legal/religious), ‘urf meaning (customary), and linguistic meaning in the context of digital literacy. The research method used is a qualitative literature review with a descriptive-analytical approach. Data were collected from primary and secondary sources, including classical and contemporary books as well as acrredited sinta journals. The resultsshow that there is a dynamic hierarchy between these three meanings, where syar’i meaning serves as the primary foundation, while ‘urf and linguistic meanings function as contextl mediators in understanding the text. In the digital era, the interaction between these three meanings faces challenges, such  the spread of literal interpretations that ignore context  and the dominance of popular narratives that are often not based on strong academic foundations. This study concludes that a holistic and contextual approach is eesential in interpreting the Qur’an to maintain the relevance of its teachings amids the rapid flow of digital information  
a Indonesian Iqna Auliyah; Muhajirin Muhajirin; Pathur Rahman
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v5i1.1809

Abstract

Kebiasaan baru di era abad-21 ini, mengikis kebutuhan masyarakat berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Akibatnya, banyak masyarakat yang enggan simpati dan empati terhadap apa yang terjadi di sekitarnya dan banyak pekerjaan yang terbengkalai. Tentu hal ini dipandang biasa oleh masyarakat zaman sekarang, akan tetapi di sinilah mula penanaman karakter anak yang kurang baik. Patologi sosial terhadap orang tua kini semakin menjadi. Seperti yang terjadi di Aceh, anak menganiaya ibunya hingga memar karena tidak di belikan motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan birr al-walidayn dalam mencegah patologi sosial terhadap orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Penulis akan menganalisa tafsir surah al-Isra’ ayat 23 dan merelevansikan antara konsep pendidikan birr al-walidayn dengan upaya mencegah patologi sosial terhadap orang tua. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan birr al-walidayn dalam mencegah patologi sosial terhadap orang tua yang terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 23 terbagi menjadi tiga hal. Pertama, Membiasakan berbuat Ihsan kepada orang tua sejak usia dini. Kedua, menanamkan rasa kasih sayang anak kepada orang tua. Ketiga menegur anak jika mengatakan hal-hal yang kurang baik tanpa membentak dan memarahinya.