Yayuk Fathonah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH: SEBUAH STUDI KASUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBIREJO, KABUPATEN SRAGEN Muhammad Luthfi Adnan; Yayuk Fathonah
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWaste is an environmental problem caused by human activities. The waste bank is one of the efforts that can be done to overcome the waste problem. This study aims to describe how the formation of a waste bank is carried out in the community as an effort to handle waste and the role of the Primary Healthcare Center as a form of the government's role to improve public health. This study uses a qualitative method with a case study approach in the working area of the Sambirejo Health Center, Sragen, Central Java. In this study, the location far from the final disposal site makes people manage their waste by burning it or leaving it in the open space. This method can have a negative impact on environmental health. The community appreciates efforts to establish a waste bank as part of waste management to reduce environmental pollution. The main challenge in establishing a waste bank is related to financial management and the role of cadres to run a waste bank. The Primary Healthcare Center aims to socialize the waste bank as a government program to tackle problems related to environmental health. The role of various parties is needed to succeed in the formation of a waste bank so that it can run consistently and provide benefits to the community.Keywords: environment health; primary healthcare center; waste bankAbstrakSampah merupakan permasalahan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia. Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan sampah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pembentukan bank sampah dilakukan di masyarakat sebagai upaya penanganan sampah dan peran puskesmas sebagai bentuk peran pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. Lokasi penelitian yang jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA) membuat masyarakat mengelola sampahnya dengan cara membakar sampah atau membiarkannya di tempat terbuka. Cara tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan. Upaya pembentukan bank sampah diapresiasi oleh masyarakat sebagai bagian dari manajemen sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tantangan utama dalam pembentukan bank sampah adalah terkait manajemen keuangan dan peran kader untuk menjalankan bank sampah. Puskesmas bertujuan untuk mensosialisasikan bank sampah sebagai program pemerintah untuk menanggulangi permasalahan terkait kesehatan lingkungan. Peran berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk pembentukan bank sampah agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Kata kunci: bank sampah; kesehatan lingkungan; puskesmas
ANALYSIS OF DETERMINANTS OF OBESITY AND OVERWEIGHT RISK FACTORS AMONG ADOLESCENTS IN CENTRAL JAVA PROVINCE BASED ON THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY DATA Yayuk Fathonah
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6849

Abstract

Background: Overweight and obesity among adolescents have become a growing public health issue in Indonesia, contributing to the risk of non-communicable diseases in adulthood. Risky dietary behaviors and low physical activity levels are suspected to play a role in the increasing prevalence of obesity in the adolescent age group. Objective: This study aims to identify the risk factors associated with overweight and obesity in adolescents aged 11–18 years in Central Java Province. Methods: This study employs a cross-sectional design with a quantitative approach, utilizing secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The study subjects were 4,439 adolescents aged 11–18 years who met the inclusion criteria. Nutritional status was determined based on the Body Mass Index for Age (BMI/A). Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using chi-square tests, and multivariate analysis using multiple logistic regression. Results: In the multivariate analysis, the consumption of soft drinks ≥1 time per day was identified as an independent determinant that increases the risk of overweight and obesity (aOR = 3.742; 95% CI: 1.440–9.723). Instant noodle consumption was found to be associated with overweight and obesity at certain levels of consumption. Educational level, consumption of sweet foods, sweet beverages, and fatty foods were associated in the bivariate analysis, but were not significant after controlling for other variables. Conclusion: Daily soft drink consumption is a major risk factor for overweight and obesity among adolescents in Central Java. Prevention of adolescent obesity requires a comprehensive approach, including improvements in dietary patterns, increased physical activity, as well as family support and public policy interventions.
Pencegahan dan Penanganan Stunting Melalui Psikoedukasi dan Enterpreunership Sukini Sukini; Angga Sugiarto; Yayuk Fathonah; Puji Lestari; Fuad Faturrohman
ABDIGI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN GIGI Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/abdigi.v3i2.14557

Abstract

Pengabdian ini merupakan penerapan studi tentang fenomena stunting sebagai permasalahan kesehatan dan pembangunan manusia yang bersifat multidimensional. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi aspek biologis, psikologis, dan sosial. Dari sisi biologis, stunting menghambat pertumbuhan dan potensi kesehatan optimal. Secara psikologis, stunting dapat menurunkan kualitas hidup dan kesejahteraan mental individu. Sementara itu, dari aspek sosial, stunting berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, membatasi akses pendidikan, serta mengurangi peluang ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, stunting tidak dapat dipandang semata sebagai masalah medis, melainkan sebagai isu pembangunan manusia yang memerlukan pendekatan lintas sektoral. Pengabdian ini bertujuan menerapkan pendekatan psikoedukasi sebagai instrumen utama untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku kader, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita. Pendekatan psikoedukasi dirancang secara holistik untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting pada 30 keluarga dengan balita stunting sebagai sasaran kegiatan. Melalui pendekatan ini, pengabdian tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga penguatan keterampilan psikomotorik, pengembangan empati, dan kesadaran afektif terhadap permasalahan stunting. Pelaksanaan pengabdian melibatkan kolaborasi antara kader kesehatan, ibu hamil, ibu menyusui, keluarga balita stunting, tenaga kesehatan seperti bidan desa, serta pemangku kebijakan di tingkat lokal guna menjamin keberlanjutan program. Selain itu, penguatan ekonomi keluarga dilakukan melalui pelatihan kewirausahaan berupa keterampilan pembuatan handycraft, pengemasan produk, dan pemasaran daring berbasis UMKM. Pendekatan ini disesuaikan dengan potensi dan sumber daya lokal, serta didukung pendampingan pemasaran melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung.
Kartu Tumbuh Kembang Anak (KKA) sebagai Inovasi Pemantauan Pertumbuhan untuk Mencegah dan Menangani Stunting Bayi Usia 0-24 Bulan di Posyandu Kelurahan Jabungan Kecamatan Tembalang: The Child Growth and Development Card (KKA) as a Growth Monitoring Innovation to Prevent and Address Stunting Infants Aged 0-24 Months at the Integrated Health Post (Posyandu) in Jabungan Village Tembalang District Yayuk Fathonah; Riskiyana Sukandhi Putra; Budiyati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4822

Abstract

Stunting is caused by multidimensional factors, not only by poor nutrition experienced by pregnant women and toddlers. The most decisive intervention to reduce the prevalence of stunting therefore needs to be carried out in the First 1,000 Days of Life of toddlers. Some of the contributing factors include poor parenting practices, including a lack of maternal knowledge about health and nutrition during pregnancy and after childbirth. Prevention and Management of Stunting through stunting education, fulfillment of balanced nutrition and public health, premarital education and assistance, education during pregnancy, postpartum, and breastfeeding, education and socialization about food consumption, sanitation and clean water, and community empowerment to overcome stunting through poverty alleviation. The study aims to prevent and overcome stunting, from education and the provision of KKA media as a monitoring of child growth and development. The research method uses a quasi-experimental one-group pre and post-test design to determine the effect of KKA media on maternal knowledge about the growth and development of children aged 0-24 months in Jabungan Village, Tembalang District. The study found significant changes in mothers' knowledge before and after intervention using KKA media (p-value 0.009). The use of KKA as a growth and development monitoring tool is highly relevant and has the potential to be an effective strategy in supporting the prevention of stunting and developmental delays in children aged 0–24 months.   ABSTRAK Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Beberapa faktor yang menjadi penyebab diantaranya praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi pada masa kehamilan, dan setelah ibu melahirkan. Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui edukasi stunting, pemenuhan gizi seimbang dan, kesehatan masyarakat, edukasi dan pendampingan pranikah, edukasi pendampingan kehamilan, pasca melahirkan, dan menyusui, edukasi dan sosialisasi tentang makanan yang perlu dikonsumsi, sanitasi dan air bersih, serta pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan stunting melalui pengentasan kemiskinan. Penelitian bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan stunting, dari edukasi serta pemberian media KKA sebagai pemantauan tumbuh dan kembang anak. Metode penelitian menggunakan quasi experiment one-group pre and post test design untuk mengetahui pengaruh dari media KKA terhadap pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-24 bulan di Kelurahan Jabungan, Kec. Tembalang. Hasil penelitan diperoleh terdapat perubahan yang bermakna dari pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberi intervensi menggunakan media KKA (p-value 0,009). Pemanfaatan KKA sebagai alat pemantauan tumbuh kembang menjadi sangat relevan dan berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pencegahan stunting dan keterlambatan perkembangan pada anak usia 0–24 bulan.