John Tunggu Jama
Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI IPAL SEMANGGI KOTA SURAKARTA John Tunggu Jama; Yonathan Suryo Pambudi
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2668

Abstract

Air limbah merupakan bahan atau sisa hasil kegiatan yang tidak terpakai yang dapat membawa dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik. Kurang tepatnya penanganan limbah domestik akan menyebabkan terganggunya kondisi lingkungan yang disebabkan secara fisika, kimia, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap metode pengolahan air limbah di IPAL Semanggi dengan cara menganalisis dan membandingkan antara kualitas air limbah yang diterima (influent) dengan air limbah hasil pengolahan (effluent), dan menghitung efisiensi dari proses pengolahan tersebut. Baku mutu air limbah domestik, yang dianalisisi meliputi BOD5, COD, TSS, pH, Amonia, dan Total Coliform, bersasarkan PERMEN LHK No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Pengumpulan data primer dan sekunder, observasi lapangan, dan analisis laboratorium terhadap indikator kualitas air limbah merupakan beberapa teknik studi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan air limbah di IPAL Semanggi mampu menurunkan beberapa parameter pencemar air limbah seperti Biological Oxygen Demand (BOD5) dengan efisiensi 78,28%, Chemical Oxygen Demand (COD) dengan efisiensi 37,21%, Total Suspended Solids (TSS ) dengan efisiensi 41,14%, serta mampu menjaga pH effluent tetap stabil (8,06). Selain itu proses pengolahan juga mampu menurunkan Total Coliform air limbah dengan efisiensi 32,01%, namun demikian penurunan Total Coliform saat ini belum memenuhi baku mutu. Sedangkan parameter Amonia effluent justru mengalami peningkatan dibandingkan dengan influennya sehingga parameter Amonia belum mampu memenuhi baku mutu