Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RISIKO TERJADINYA EKIMOSIS PADA PENYAKIT GRAVES: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Liauw Djai Yen; Clarisa Silviany; Audie Djiady; Ditalia Benezia; Elsa Auriella Gunawan; Inge Wijayanti Herman; Karenina Novani Sugondo; Lydia Esterlita Halim; Putri Yizrahya Sitanggang; Sheila Febrilia; Theresia Radinda Wahyudi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i1.331

Abstract

Penyakit Graves merupakan kelainan autoimun pada kelenjar tiroid yang umum terjadi. Ekimosis sendiri bukan merupakan gejala yang umum dikenali sebagai penyakit graves. Sehingga pada kasus kematian akibat penyakit graves, ekimosis dapat diduga sebagai sebuah kekerasan. Dengan demikian, kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau bagaimana risiko terjadinya ekimosis pada pasien dengan penyakit Graves serta memahami apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan penilaian oleh tenaga kesehatan. Studi ini merupakan kajian literatur dengan menelusuri sumber dari beberapa database dan mendapatkan sejumlah tujuh literatur terkait hipertiroid dan memar. Berdasarkan kajian literatur ini, tingginya kadar imunoglobulin G (IgG) yang berikatan dengan trombosit berhubungan dengan memar dan trombositopenia pada penyakit Graves. Penggunaan Propylthiouracil (PTU) dosis tinggi meningkatkan risiko terjadinya epistaksis spontan hingga ekimosis multipel. Pada penyakit Graves, hormon tiroid juga dapat meningkatkan aktivasi fagosit dari sistem retikuloendotelial yang menyebabkan trombositopenia dan berujung pada timbulnya ekimosis.