Sitorus, Erika
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN DISKUSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 TEBING TINGGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY Sitorus, Erika
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 7, No 4 (2017): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.733 KB) | DOI: 10.24114/sejpgsd.v7i4.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran diskusi dan meningkatkan keterampilan diskusi siswa kelas VII SMP N 5 Tebing Tinggi,  melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray. Model pembelajaran Two Stay Two Stray dipilih karena dapat memacu dan mendorong siswa untuk aktif berbicara menyampaikan ide/gagasan dalam kegiatan berdiskusi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMP N 5 Tebing Tinggi, . Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan masih rendahnya keterampilan siswa dalam kegiatan diskusi, siswa cenderung malu dan kurang berani dan percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, ide, pikiran, sanggahan, maupun persetujuan pada saat berdiskusi dan kurang bervariasinya penggunaan model pembelajaran dalam kegiatan diskusi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan, wawancara, tes keterampilan berdiskusi siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas (demokratik, proses, dialogik, hasil) dan reliabilitas dengan menyajikan data asli berupa catatan lapangan, transkrip wawancara, lembar observasi, lembar penilaian diskusi, dan foto kegiatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu persentase ketercapaian indikator keterampilan diskusi mengalami peningkatan pada setiap siklus. Kemampuan rata-rata siswa dalam berdiskusi sebelum adanya implementasi tindakan berkategori kurang. Namun, setelah implementasi tindakan selama tiga siklus, kemampuan rata-rata siswa dalam berdiskusi menjadi berkategori baik sekali. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara proses, pembelajaran diskusi mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum implementasi tindakan, siswa masih belum aktif melakukan diskusi dan belum mampu bekerjasama dengan baik pada saat berdiskusi. Setelah implementasi tindakan, siswa menjadi aktif dan mampu bekerjasama dengan baik pada saat berdiskusi; (2) secara produk, siswa dalam berdiskusi pada saat pratindakan dengan skor rata-rata 7,31 dan pada akhir pelaksanaan tindakan yakni siklus III menjadi 20,90. Kemampuan siswa dalam berdiskusi mengalami peningkatan sebesar 13,59.