Latar Belakang: Stres adalah ketegangan emosional dan fisik yang dapat mempengaruhi performa akademik dan kesejahteraan mahasiswa keperawatan disebabkan oleh kita sebagai respon terhadap tekanan dari luar.Ini adalah respon khusus tubuh untuk stimulasi yang mengganggu fungsi normal.Pada masa penyebaran virus corona (Covid-19) yang terjadi saat ini ternyata menimbulkan dampak tersendiri pada sektor pendidikan di Indonesia. Hal inilah yang kemudian membuat sejumlah perguruan tinggi harus menghentikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di dalam kelas dan menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh.Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi terbaik terhadap kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Pembelajaran secara daring (dalam jaringan) merupakan penerapan dari pendidikan jarak jauh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres mahasiswa Prodi Ners dalam menghadapi pembelajaran daring di STIKes Santa Elisabeth Medan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil: Diperoleh data bahwa mayoritas umur responden adalah 19 tahun sebanyak 40 orang (50%), minoritas umur responden adalah >19 tahun sebanyak 17 orang (21,3%). Mayoritas jenis kelamin responden adalah perempuan sebanyak 71 orang (88,8%) dan minoritas jenis kelamin responden adalah laki laki sebanyak 9 orang (11,3%). Berdasarkan tingkat stres mayoritas mengalami stres berat sebanyak 44 orang (55%) dan minoritas mengalami stres ringan sebanyak 7 orang (8,8). Kesimpulan: Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat stress dialami mahasiswa/I Ners tingkat II STIKes Santa Elisabeth Medan mayoritas mengalami stress berat sebanyak 44 orang (55%).