Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review: Formulasi Optimum Sediaan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera L.) serta Efektifitasnya Sebagai Obat Luka Pada Hewan Uji Rahayuni, Ni Putu Dewi; I Wayan Martadi Santika
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v1i6.1553

Abstract

Gel preparations are good topical treatments for inflammation. Aloe Vera (Aloe Vera) can be used topically to treat wounds in the form of a gel dosage because it contains mannose-6-phosphate and polysaccharides which function as wound medicine. To obtain the optimum formulation for Aloe Vera gel (Aloe Vera L.) and its effectiveness as a wound medicine in tested animals. Aloe Vera activity as wound healing formulated as a gel preparation for Aloe Vera (Aloe Vera L.) showed that it was able to reduce the size of the burn area on a 5% Na-CMC basis. The Na-CMC based gel formulation had a better speed than the Karbopol-based gel formulation in healing burns.
Potensi Imunomodulator dari Tumbuhan Meniran (Phyllanthus niruri L.): Literature Review Ni Wayan Nuratningsih; I Wayan Martadi Santika
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p01

Abstract

Substansi yang membantu meningkatkan efisiensi sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai jenis patogen, yang mana termasuk bakteri, virus, parasit, sel tumor, dan jamur yang dimaksud dengan imunomodulator. Imunomodulator atau sistem kekebalan tubuh yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyingkirkan patogen dengan mekanisme yang baik sistem baik sistem kekebalan bawaan maupun sistem kekebalan adaptif. Tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah tanaman dalam suku Phyllanthaceae yang berfungsi sebagai pengatur respons kekebalan tubuh. Tumbuhan ini mengandung flavonoid yang memiliki kemampuan untuk merangsang respons kekebalan tubuh. Artikel review ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai imunomodulator melalui metode tinjauan literatur ilmiah. Referensi utama berasal dari kumpulan jurnal dari tingkat nasional sampai internasional. Berdasarkan beberapa penelitian, tumbuhan meniran terbukti mengandung berbagai senyawa seperti alkaloid, flavonoid, kardio glikosida, glikosida, saponin, fenolik, terpenoid, kuinon, betasianin, steroid, kumarin, dan tanin. Senyawa tersebut memiliki peran sebagai imunomodulator, sehingga meniran dapat dijadikan sebagai alternatif alami untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Ekstrak Kombinasi Bunga Lavender (Lavandula angustifolia) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) sebagai Losio Anti Nyamuk Ni Made Gladis Desyani Putri; I Wayan Martadi Santika
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p35

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan serta ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Indonesia dengan iklim tropis menjadi salah satu wilayah dengan potensi besar untuk perkembangan nyamuk. Menurut data dari WHO pada April 2024, tercatat sebanyak 46.168 kasus DBD dengan 350 kematian secara nasional di Indonesia. Bunga lavender (Lavandula angustifolia) dan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan tanaman dengan kandungan metabolit sekunder yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk penyebab DBD. Ekstrak kombinasi bunga lavender dan kulit buah jeruk nipis dibuat menjadi sediaan farmasi yakni losio. Sediaan farmasi berupa losio sangat mudah dibawa kemanapun serta sangat mudah diaplikasikan. Metode yang digunakan yakni literature reserach dengan menelusuri jurnal publikasi (pustaka primer) nasional dan internasional pada rentang tahun 2019-2024 serta pustaka sekunder. Hasil yang diperoleh yakni ekstrak kombinasi bunga lavender dan kulit buah jeruk nipis memiliki potensi untuk dibuat sebagai losion anti nyamuk yang diformulasikan dengan VCO. Semakin besar konsentrasi bahan aktif dalam sediaan, aktivitas senyawa dalam formulasi losio anti nyamuk juga semakin besar. Simpulan dari hasil penelusuran pustaka yakni ekstrak kombinasi bunga lavender dan kulit buah jeruk nipis berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan farmasi yakni losion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk dan menekan prevalensi kasus DBD di Indonesia.