Sinaga, Hotmaidah
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN LEARNING COMMUNITY DI KELAS VIII.1 SMP NEGERI 5 TEBING TINGGI Sinaga, Hotmaidah
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 7, No 4 (2017): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.764 KB) | DOI: 10.24114/sejpgsd.v7i4.8118

Abstract

Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam pembelajaran. Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian IPS yang pertama di kelas VIII.1 SMPN 5 Tebing Tinggi pada kompetensi dasar mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan mencapai rata – rata 57,8 dan hanya 50 % siswa mencapai nilai 70 atau > 70. Padahal idealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 70 atau > 70.. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari – hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran IPS. Menurut teori humanistik, belajar adalah untuk memanusiakan manusia atau dapat dikatakan proses aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Proses belajar dapat dianggap berhasil bila seorang pelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Faktor yang berpengaruh disini adalah pengalaman konkrit, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi dan eksperimentasi seorang pelajar (Daryanto, 2009). Menurut teori kognitivisme, belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berfikir yang sangat kompleks. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Asumsi dasar teori ini adalah bahwa setiap orang mempunyai pengalaman dan pengetahuan di dalam dirinya yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Proses belajar akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi (bersinambung) secara “klop” dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki oleh seorang anak (Daryanto, 2009). Hasil pembelajaran kondisi awal IPS Kompetensi Dasar mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan melalui pendekatan learning community diperoleh data dimana pada masa prasiklus mencapai rata – rata 63,33 dan hanya 50 % siswa mencapai nilai 70 atau > 70. Padahal idealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 70 atau > 70. Hasil belajar pada siklus I terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata kelas menjadi 69,89 dan sebanyak 65 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 90. Hasil belajar pada siklus II terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata kelas menjadi 83.3 dan sebanyak 90 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendah adalah 70 dan nilai tertinggi adalah 100. Karena dalam penelitian ini terjadi peningkatan prestasi belajar siswa , maka peneliti berkesimpulan bahwa model pembelajaran learning community sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPS.