This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Person-Organization Fit dan Pemberdayaan Psikologis terhadap Totalitas Kerja generasi Z yang bekerja di Jakarta Selatan melalui variabel moderator Keseimbangan Kerja dan Hidup Alvin Kurniawan
Syntax Idea 2016-2028
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3207

Abstract

Pada era ini, tantangan seperti AI akan merubah dinamika kerja kedepan agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Fungsional manusia dalam pekerjaan menjadi ramping tapi tidak dengan objektivitasnya meningkat, kini pekerja gen Z mengeluhkan beberapa distraksi pekerjaannya seperti kesehatan mentalnya terganggu karena lingkungan bekerja yang tidak sehat karena terganggu deadline pekerjaan dadakan/ suka menunda pekerjaannya menjadikan kurangnya totalitas pada pekerjaan. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah analisis regresi berganda dan menggunakan adaptasi paten alat ukur pendahulu, dengan subjek gen Z yang bekerja dikawasan Jakarta selatan melalui teknik sampling non-probability sejumlah 208 responden. Berdasarkan hasil uji hipotesis bahwa H1, H2 dan H3 ditolak. Artinya peran person-organization fit dan pemberdayaan psikologis melalui keseimbangan kerja dan hidup tidak mempunyai pengaruh signifikan memoderatori ataupun secara simultan terhadap totalitas kerja. Sedangkan, H4 dan H5 diterima artinya peran person-organization fit dan pemberdayaan psikologis masing-masing memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap totalitas kerja. Terkait saran penelitian selanjutnya, perlu adanya peninjauan kembali pada karakteristik demografis yang akan dilakukan dengan konstruk teori yang akan digunakan, sehingga penggambaran hasil dapat memuaskan dan objektif. Selanjutnya, memperbanyak referensi sehingga penelitian terkait demografis khususnya generasi Z dalam penelitian ini juga ikut berkembang dalam mengatasi berbagai persoalan mendatang. Terakhir, percobaan generasi Z dengan background pekerjaan yang seragam sehingga mengurangi anomali.