This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penegakan Hukum Lalu Lintas Melalui E-Tilang dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas Studi Kasus Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Badung Bali Yohanes Alexandro Diliyanto Tanur; Tatok Sudjiarto; Armunanto Hutahaean
Syntax Idea 2106-2118
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses peradilan pada pelanggar lalu lintas dan angkutan jalan dengan sistem E-Tilang di Wiliyah Hukum Polres Badung Bali. Menganalisis dan mendeskripsikan kendala penegakan hukum melalui E-Tilang di Polres Badung Bali. Tipe penelitian ini penelitian Hukum Normatif-Empiris (applied law research) dengan Pendekatan undang-undang (statute approach). Sumber data primer berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012, PERMA Nomor 12 Tahun 2016, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Peraturan-peraturan operasional lainya. Teknik pengumpulan data menggunakan Studi dokumen, observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif deskriktif. Hasil penelitian menunjukkan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas melalui E-Tilang di Wiliyah Hukum Polres Badung Bali telah sesuai aturan undang-undang yang berlaku. Hanya E-tilang belum optimal dalam menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas, karena sosialisasi kepada masyarakat belum merata. Tetapi meskipun begitu dari E-tilang memiliki kelebihan pengawasan dan kecepatan deteksi yang lebih akurat dibanding tilang manual. Kendala Penegakan hukum melalui E-tilang di kawasan Polres Badung Bali terdiri dari tantangan teknis dan infrastruktur, kemacetan dan mobilitas dan perluasan wilayah cakupan E-Tilang mungkin memerlukan investasi tambahan dalam infrastruktur jaringan dan pemeliharaan
Penerapan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur (Anak Sebagai Korban) di Polres Manggarai Priska Eny Mbunga Wea; Tatok Sudjiarto; Djernih Sitanggang
Syntax Idea 2119-2133
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3256

Abstract

Pada tingkat kepolisian, Resor Manggarai memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada warga masyarakat, khususnya yang rentan, seperti anak-anak di bawah umur. Penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur (anak sebagai korban) di Resor Manggarai menjadi bagian integral dari upaya Resor Manggarai untuk menanggulangi dan mencegah kejahatan tersebut. Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap pelaku persetubuhan anak dibawa umur (anak sebagai korban) di Resor Manggarai. 2) untuk menganalisis kendala penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur di Resor Manggarai. Pendekatan penelitian menggunakan yuridis empiris berdasarkan. Sumber data yaitu bahan hukum sekunder dan primer. Data dianalisis menggunakan analis kualitatif deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan proses penegakan hukum terhadap pelaku Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 , KUHP dan PERKAP No.14 Tahun 2012 di Wilayah Hukum Resor Manggarai. Upaya paksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf c meliputi: pemanggilan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan pemeriksaan surat tindakan berupa penangkapan, penahanan dan penyitaan serta memanggil orang untuk didengar dan periksa sebagai tersangka atau saksi sampai dengan pemberkasan perkara yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri. Adapun kendala dalam Penerapan hukum pidana terhadap pelaku persetubuhan anak dibawa umur (anak sebagai korban) di kepolisian Resor Manggarai yaitu takut dan stigma korban, Keterbatasan Bukti, kurangnya Sumber Daya dan Tenaga Ahli dan hambatan hukum dan normatif