Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peluang dan Tantangan Bagi Perusahaan Multinasional di Tengah Agenda MiC 2025 Tiongkok Hasna Dherin Syakira; Aisyah Zakiyah Nur Aini; Sovira Hikari Luna Shinkoo
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 11 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i11.1049

Abstract

Background: Since the economic reforms in 1978, multinational companies have begun to arrive, invest, and operate in China. This was because China had low wages, huge markets, and loose government policies. China is often associated with a negative perception as a center for cheap labor and low-quality products. The MiC 2025 agenda aims to change that negative perception. Besides, this agenda also plans to catch up with China's high-tech in the global market. This paper uses the neo-mercantilism theory, assuming that the Chinese government's initiation to accumulate state wealth by protecting the domestic market and supporting foreign investment. Through MiC 2025, the government plans to strengthen China's dominance in the global market. Purpose: This paper aims to describe the influence of the MiC 2025 agenda on multinational companies (MNCs) in China. Methods: This research uses descriptive qualitative research methods. Results: The results show that MNCs receive both opportunities and challenges from the realization of the MiC 2025 agenda, which the author divides into 4 major subchapters, namely 1) economic competition, 2) collaboration and technology transfer, 3) robotization of labor, and 4) tariff war with the United States. Conclusion: MNCs need to adapt and restructure amidst the MiC 2025 agenda initiated by the government to operate optimally.
Relevansi Komponen Kualitas Manusia Terhadap Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kota Surakarta Hasna Dherin Syakira
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): JHII 2024
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v6i1.57

Abstract

Surakarta telah berkali-kali melakukan upaya globalisasi melalui keterlibatannya dalam hubungan internasional. Sebagai the Spirit of Java, Kota Surakarta diunggulkan sebagai pusat kebudayaan Jawa yang memiliki kekayaan budaya melimpah. Peran aktif Surakarta dengan identitasnya sebagai Kota Budaya telah mengantarkannya menjadi bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) pada tahun 2023 dengan bidang kreatif kerajinan dan kesenian rakyat. Penelitian ini menggunakan konsep paradiplomasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan (STD) untuk menjabarkan upaya paradiplomasi Surakarta dalam membangun pariwisata berkelanjutan, terutama dalam promosi budaya kerajinan dan kesenian rakyat. Penelitian ini secara lebih spesifik akan mengevaluasi relevansi aspek sosial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Aktor paradiplomasi seringkali memberikan penekanan pada output ekonomi untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek sosial menjadi fokus penekanan dalam penelitian ini. Terlebih lagi, paradiplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Surakarta menggunakan instrumen budaya sehingga kualitas manusia merupakan komponen penting untuk mengukur efektivitas paradiplomasi. Metode yang digunakan adalah campuran, dengan kuantitatif melalui model regresi linier sederhana dan kuantitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dasar manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Surakarta daripada aspek ekonomi. Upaya paradiplomasi dijabarkan melalui dua sektor, yaitu kerajinan dan kesenian rakyat. Kata Kunci: Paradiplomasi, Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Surakarta, UCCN, Kualitas Manusia, Regresi Linier Sederhana