Latar belakang: Kontinuitas Perawatan (CoC) merupakan model penting dalam layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Namun, CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan seringkali berhenti setelah layanan keluarga berencana karena keterbatasan jadwal praktik akademis. Studi ini mengeksplorasi potensi penggunaan telemedisin sebagai strategi untuk mempertahankan CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas telemedisin dalam mendukung mahasiswa kebidanan untuk menjaga kesinambungan perawatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Padang, Indonesia. Metode: Studi metode campuran dilakukan yang melibatkan 20 mahasiswa kebidanan dan 20 ibu yang menerima perawatan kontinensia (CoC) di Padang, Indonesia. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur kepuasan, aksesibilitas, dan kontinuitas perawatan. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa 85% ibu merasa puas dengan layanan telemedisin, dan 78% mahasiswa melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menjaga kontak dengan klien. Analisis tematik mengungkapkan tiga manfaat utama: peningkatan aksesibilitas, peningkatan pendidikan ibu, dan peningkatan pembelajaran mahasiswa. Tantangan yang dihadapi meliputi masalah konektivitas internet dan keterbatasan literasi digital di kalangan sebagian ibu. Kesimpulan: Telemedisin merupakan alat yang layak dan efektif untuk mempertahankan komunikasi antar mahasiswa kebidanan. Integrasi ke dalam pendidikan klinis direkomendasikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Background: Continuity of Care (CoC) is an essential model in maternal and newborn health services. However, CoC provided by midwifery students often stops after family planning services due to limited academic practice schedules. This study explored the potential use of telemedicine as a strategy to maintain CoC provided by midwifery students. Objectives: This study aimed to evaluate the effectiveness of telemedicine in supporting midwifery students to maintain continuity of care for mothers and newborns in Padang, Indonesia. Methods: A mixed-methods study was conducted involving 20 midwifery students and 20 mothers who received CoC in Padang, Indonesia. Quantitative data were collected through structured questionnaires measuring satisfaction, accessibility, and continuity of care. Qualitative data were obtained from in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. Results: Quantitative findings showed that 85% of mothers were satisfied with telemedicine services, and 78% of students reported improved confidence in maintaining contact with clients. Thematic analysis revealed three key benefits: increased accessibility, improved maternal education, and enhanced student learning. Challenges included internet connectivity issues and limited digital literacy among some mothers. Conclusion: Telemedicine is a feasible and effective tool to sustain CoC by midwifery students. Integration into clinical education is recommended to strengthen maternal and neonatal health services in Indonesia.