Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) terhadap kemiskinan di Indonesia periode 2008–2024 dengan menggunakan pendekatan Error Correction Model (ECM). Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, dan Transparency International. Metode ECM dipilih karena mampu mengidentifikasi hubungan jangka pendek sekaligus keseimbangan jangka panjang antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dengan pengaruh yang lebih kuat dalam jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur desa, peningkatan layanan dasar, dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, namun tidak signifikan dalam jangka panjang, yang mengindikasikan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia masih bersifat prosedural dan belum sepenuhnya memberikan dampak berkelanjutan terhadap pengurangan kemiskinan. Sementara itu, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, tetapi berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang, yang menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak kumulatif yang memperburuk kemiskinan secara struktural melalui kebocoran anggaran dan rendahnya efektivitas kebijakan publik. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang menegaskan bahwa kemiskinan merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, dan tata kelola. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola Dana Desa, peningkatan kualitas demokrasi yang lebih substantif, serta pemberantasan korupsi secara sistemik guna mendukung pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan di Indonesia.