Maghfirotul Hasanah
Universitas Darussalam Gontor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Maghfirotul Hasanah
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v5i1.327

Abstract

This study examines the evaluation of Islamic religious learning to understand the aspects of planning, implementation, assessment results, and final evaluation. This study is a literature study where data is obtained through the stages of orientation, exploration, and concentration on texts or manuscripts in the form of books, papers, and written documents. The results of the study indicate that the evaluation of Islamic religious learning is an assessment technique that not only focuses on the cognitive domain, but also includes the assessment of students' affective and psychomotor domains, such as behavior, manners, and attitudes. The evaluation of Islamic religious learning has specific learning outcomes (CP) and is carried out through several stages to achieve the desired goals. This holistic evaluation allows for a more comprehensive understanding of student development in various aspects, both academic and non-academic, so that it can produce graduates who are not only intellectually intelligent but also have noble character.
Representasi Makna Istathā’a pada QS. Ali Imran: 97 Menurut Wahbah Al-Zuhaili dalam Konteks Haji Maghfirotul Hasanah; Chofifah Chofifah; Yulia Nur Zulkarnain
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v9i02.35966

Abstract

 Penelitian ini membahas tentang istathā’a atau mampu QS. Ali Imran: 97 menurut Wahbah al-Zuhaili yang merupakan salah satu syarat untuk bisa menunaikan haji.Lebih jauh lagi ada dua aspek yang mendasari kata istathā’a dalm konteks haji,yaitu: aspek sosial dan aspek ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. yang mengungkap makna istathā’a QS. Ali Imran: 97 dalam pandangan Wahbah al-Zuhaili menurut analisis kajian tafsir tematik. Selain itu, juga menjawab semua keresahaan terkait representasi makna istathā’a yang sesungguhnya dalam al-Qur’an. Adapun hasil dari penelitian ini mengatakan akanistathā’a yang berkaitan dengan kemampuan fisik, yaitu: sehat secara jasmani dan ruhani, biaya yang cukup selama perjalanan menuju tanah suci sampai dia kembali, keluarga yang ditinggalkan selama melakansanakan rangkaian haji, kendaraan yang digunakan selama perjalanan dan rasa aman dari segala mara bahaya serta adanya mahram bagi perempuan. Istaṭhā’a diukur dari keimanannya, jika seseorang yang meyakini akan kewajiban ibadah haji bagi yang mampu maka ia tidak dihukumi kafir, namun bagi ia yang mengingkarinya maka ia dikatakan kafir. Dan siapa yang melaksanakannya maka ia merupakan hamba muthi’ atau ta’at namun jika tidak melaksanakannya maka ia adalah hamba yang telah melakukan kema’siatan kepada Allah Swt.