Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOCIAL CLIMBER DI INSTAGRAM : SELF-FRAMING DENGAN MEDIA BARU SEBAGAI ALAT (STUDI KASUS : MASYARAKAT BENGKULU, BENGKULU) Deny Febrian
Journal Media Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v3i2.1283

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin modern mempercepat arus globalisasi dan turut mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Saat ini, semakin banyak orang yang berkomunikasi berdasarkan pengaruh dan kelas sosial. Fenomena berupa usaha tertentu yang dilakukan untuk bisa mendapatkan “tiket” yang membawa mereka ke tingkatan yang dianggap ideal atau seringkali disebut “social climbing”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bagaimana Instagram menjadi alat aktualisasi diri untuk mendapatkan pengakuan atas status sosial yang lebih tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dan literatur lain. Hasil dari penelitian ini, menjelaskan alasan kenapa mereka memilih menggunakan media Instagram. Serta bagaimana para social climber di Bengkulu membingkai diri mereka dengan suatu realitas tertentu sesuai dengan apa yang mereka inginkan termasuk motif mereka melakukan hal tersebut. Social climber muncul sejalan dengan tuntutan lingkungan pergaulan seseorang, apa yang orang lain miliki, kemana orang tersebut pergi dan bagaimana orang-orang menghabiskan waktu menjadi fokus orientasi hidup kaum muda terhadap kaum muda yang lain saat ini. Penggunaan media sosial dengan kurang proporsional yang terkadang mencerminkan hal yang berbanding jauh dengan kenyataan yang ada.