Andi Arman
Republik Indonesia Differens University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN STRATEGI KEARSIPAN DALAM MENDUKUNG ADMINISTRASI OPERASI INFORMASI TNI ANGKATAN UDARA Andi Krisnawan; Andi Arman; Marsono
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14850

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak pada pengelolaan arsip. Pengelolaan arsip di TNI AU menghadapi sejumlah masalah seperti kehilangan dokumen, layanan arsip yang tidak efisien, dan penempatan arsip yang kurang tepat. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengelolaan arsip guna mendukung administrasi operasi informasi di TNI AU. Penelitian dilakukan di Setumau dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi. Beberapa rekomendasi meliputi: memperkuat koordinasi dengan Disinfolahta untuk mengembangkan Sistem Informasi Arsip, mengoptimalkan kemampuan personel sesuai dengan kebijakan DSP, menggunakan layanan pihak ketiga untuk merancang dan meningkatkan SIM Arsip, meningkatkan interoperabilitas sistem arsip, pelatihan arsip terprogram, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengamankan data arsip vital. Rekomendasi metodologis adalah penggunaan metode campuran dalam penelitian masa depan
PERAN SKADRON UDARA 32 DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL PESAWAT TEMPUR SUKHOI 27/30 DAN HAWK 209 STUDI KASUS PENGISIAN BAHAN BAKAR DI UDARA Mohamad Ebor Subarkat; Andi Arman; Ikhwan Syahtaria
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14867

Abstract

Wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meliputi darat, laut, dan udara. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyebutkan bahwa peran, fungsi dan tugas TNI AU yaitu dalam rangka upaya pertahanan, keamanan, penegakan hukum serta pemberdayaan wilayah pertahanan. Dalam penyelenggaraan pertahanan negara, TNI AU berperan sebagai alat pertahanan negara matra udara di wilayah yuridiksi nasional. Dalam melaksanakan tugas mempertahankan kedaulatan wilayah udara NKRI, TNI AU didukung dengan satuan operasional skadron udara tempur, skadron udara angkut dan skadron udara intai. Mengingat luasnya wilayah kedaulatan NKRI, maka dalam menjalankan tugasnya pesawat-pesawat TNI AU membutuhkan dukungan logistik. Pesawat-pesawat tempur salah satunya membutuhkan suplai bahan bakar saat terbang di udara atau yang disebut air refueling untuk menggandakan kekuatan. Pesawat tempur yang dimiliki masih memiliki daya jangkau yang masih kurang bila dibandingkan dengan luas wilayah NKRI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran Skadron Udara 32, faktor yang berpengaruh dan upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapi dalam mendukung operasional air refueling pesawat tempur Sukhoi 27/30 dan Hawk 209. Dalam mengolah hasil penelitian ini digunakan metode atau pendekatan kualitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan bahwa Skadron Udara 32 memiliki peran dalam meningkatkan endurance dan daya jangkau/radius of action (ROA) dari pesawat Sukhoi 27/30 dan Hawk 209. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu peran Skadron Udara 32 dalam mendukung operasional air refueling pesawat Sukhoi 27/30 dan Hawk 209 didukung oleh pesawat Tanker KC-130B yang saat ini hanya dapat melakukan air refueling dengan sistem hose and drogue. Faktor yang berpengaruh dalam mendukung operasional air refueling adalah kesiapan alutsista, personel dan cuaca. Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapi Skadron Udara 32 dalam mendukung air refueling adalah dengan meningkatkan kemampuan personel dan alutsista.