Vyskha Berliana Widya Sukma Putri
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROBLEMATIKA SINGLE MOTHER TERDAMPAK COVID-19 DI KABUPATEN PURBALINGGA Vyskha Berliana Widya Sukma Putri
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i2.813

Abstract

Kehadiran Covid-19 di Indonesia memberikan dampak di berbagai aspek kehidupan. Pada masa pandemi terjadi peningkatan jumlah single mother di masyarakat karena pasangan mereka meninggal dunia akibat Covid-19. Penelitian ini bertujuan menjelaskan problematika yang dialami single mother terdampak Covid-19 di Kabupaten Purbalingga dan strategi mereka mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif di Kabupaten Purbalingga. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, single mother terdampak Covid-19 di Kabupaten Purbalingga mengalami problematika seperti: perubahan dan penurunan kondisi ekonomi; mendapatkan stigma negatif dari masyarakat karena mereka berstatus janda; mereka harus melakukan peran ganda; serta mengalami kondisi psikologis yang kurang baik karena belum dapat menerima kenyataan bahwa pasangannya sudah tiada. Mereka jarang mendapatkan bantuan dan perhatian dari berbagai pihak. Namun, mereka memiliki strategi untuk meminimalisasi dampak dari problematika yang ada baik dalam aspek ekonomi, sosial dan psikologisnya. Strategi yang mereka lakukan di antaranya: melakukan kerja tambahan, melakukan penghematan dan memprioritaskan kebutuhan utama, memanfaatkan bantuan dana secara optimal, lebih menjaga diri agar menghindari perspektif negatif orang lain terhadap dirinya, tetap berusaha berhubungan baik dengan masyarakat, interaksi dengan masyarakat secukupnya, mereka bangkit dengan melihat kondisi anak-anak yang masih sangat membutuhkan peran dan tanggung jawab orang tua.