Sukmawati Sukmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Talent Management on Employee Retention through Employee Engagement with Organizational Culture as a Moderation Variable: A Study on the Banking Sector in Makassar City Andi Wirandani Natsir; Muh Rais; Sukmawati Sukmawati; Dewi Natalia
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i2.3763

Abstract

This study examines the influence of talent management on employee retention, combining employee engagement as a mediating variable and organizational culture as a moderation factor in the banking sector in Makassar, Indonesia. Based on the Resource-Based View (RBV) and Social Exchange Theory (SET), this study aims to provide a comprehensive understanding of how strategic human resource practices affect employee retention through psychological and contextual mechanisms. A quantitative research design was used, with data collected from 250 banking employees using a structured questionnaire. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to assess measurement and structural models, including the effects of mediation and moderation. These findings reveal that talent management has a significant positive effect on employee engagement and employee retention. Employee engagement also significantly affects employee retention and partially mediates the relationship between management and talent retention. In addition, organizational culture significantly moderates the relationship between talent management and employee engagement, as well as between employee engagement and employee retention, reinforcing this effect under supportive cultural conditions. The study contributes to the literature by integrating RBV and SET in a single framework and simultaneously testing the effects of mediation and moderation, which remained limited in previous studies. The results highlight the importance of aligning talent management practices with organizational culture to improve employee engagement and retention. In practical terms, the findings provide strategic insights for banking institutions to develop integrated human resources policies that drive sustainable employee retention in a competitive labor market. Keywords: Talent Management, Employee Engagement, Employee Retention, Organizational Culture, PLS-SEM, Banking Sector
Transformasi Digital SDM dan Pengaruhnya terhadap Agilitas Karyawan pada UMKM di Kota Makassar Andi Wirandani Natsir; Sukmawati Sukmawati; Rusnathul Amiah; Mahmud Mahmud
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i2.10337

Abstract

Transformasi digital sumber daya manusia (SDM) telah menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat daya saing organisasi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berperan penting dalam perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital SDM terhadap agilitas karyawan pada UMKM di Kota Makassar. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 200 responden yang merupakan karyawan dan manajer UMKM dari berbagai sektor usaha. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antara variabel transformasi digital SDM, teknologi HR, budaya organisasi, dan agilitas karyawan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap agilitas karyawan, yang mencakup kemampuan adaptasi, inovasi, dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan agilitas karyawan meliputi penggunaan sistem HR berbasis digital (HRIS), pelatihan berbasis teknologi, dan komunikasi organisasi melalui platform digital. Selain itu, budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan dan kolaborasi digital terbukti memperkuat hubungan tersebut. Secara teoritis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang konsep Digital HRM dan Dynamic Capability Theory dengan menegaskan bahwa kemampuan digital organisasi menjadi katalis peningkatan agility individu. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah Makassar untuk memperkuat literasi digital SDM melalui program pelatihan, dukungan infrastruktur, dan penerapan sistem HR terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya riset lanjutan untuk mengeksplorasi faktor moderasi seperti gaya kepemimpinan dan kesiapan teknologi dalam konteks transformasi digital SDM di sektor UMKM. Kata Kunci: transformasi digital SDM, agilitas karyawan, UMKM, HR digital, Makassar