Hanifah
SMA Negeri 1 Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PETA TEMATIK PERSEBARAN FAUNA BERBASIS SMART APPS CREATOR (SAC) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA Hanifah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 2 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, untuk mempelajari persebaran objek-objek di muka bumi, umumnya guru masih menggunakan media konvensional. Multimedia berbasis computer atau smartphone dapat dijadikan sebagai alat untuk menyalurkan pesan (materi-materi pembelajaran) agar lebih menarik, sehingga lebih disukai oleh peserta didik dan tidak membosankan.Tujuan pengembangan pada penelitian ini adalah:Mengembangkan multimedia peta tematik persebaran fauna berbasis Smart Apps Creator (SAC).Spesifikasi produk multimedia peta tematik persebaran fauna yang dikembangkan adalah : 1). Multimedia peta tematik persebaran fauna dikembangkan menggunakan Smart Apps Creator (SAC). 2). Multimedia peta tematik persebaran fauna dipasang pada smartphone format Android (output lain dapat dibuat dalam format html5 dan exe). Untuk kepentingan penelitian ini, kami mengadaptasi sebagian besar langkah-langkah Borg,W.R. & Gall,M.D. (1983). Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini secara urut adalah:1). Menganalisis kebutuhan multimedia peta tematik persebaran berbasis SAC . 2) Mengembangkan produk awal, 3) Melakukan validasi ahli , 4) Melakukan revisi produk awal, 5)Melaksanakan uji coba lapangan, 6)Melakukan revisi produk final, 7) Penyebaran produk final. Berdasarkan analisis dari hasil ujicoba perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, diperoleh rata-rata skor dari penilaian responden sebesar 86,44 %. Hal ini berarti kualitas produk Pengembangan Multimedia Peta Tematik Persebaran Fauna Berbasis Smart Apps Creator (SAC) Pada Mata Pelajaran Geografi SMA termasuk katagori baik, dan layak untuk digunakan.. Pada kesempatan yang lain diperlukan pengembangan model media pembelajaran yang lain dalam upaya pengembangan Pendidikan Geografi Sosial.
PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN METODE TIM KUIS DI KELAS XII IPS 3 SMA NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG Hanifah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru yang kompeten harus memiliki penguasaan yang baik terhadap materi ajar yang diampunya. Selain penguasaan materi, guru juga harus mampu memilih strategi atau pendekatan pembelajaran yang tepat serta mampu merancang suatu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kompeteensi siswa yang diajar. Hasil pengamatan menunjukkan adanya berbagai kendala dan kelemahan dalam belajar secara kelompok antara lain, (1) sebagian siswa cerdas belum mampu menunjukkan pencapaian prestasi yang diharapkan, (2) sebagian siswa belum menunjukan sikap tanggung jawab dalam penyelesaian tugas secara individu maupun kelompokSalah satu upaya mengatasi permasalah tersebut di atas, penulis memilih penggunaan metode pembelajaran aktif kuis tim. Metode kuis tim merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran aktif yang dikembangkan melalui pemberdayaan kelompok untuk mengefektifkan kerjasama, dan membangun rasa percaya diri individu. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan menganalisis hasil peningkatan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar geografi dengan metode tim kuis. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus , masing-masing siklus terdiri dari: penyusunan rencana tindakan ,pelaksanaan tindakan ,melakukan obsevasi, pembuatan analisis dan refleksi serta membuat rencana peningkatan(improvement plan) tindakan berikutnya. Kesimpulan dari hasil PTK ini adalah: Penggunaan model pembelajaran aktif kuis tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan skor pengerjaan kuis sebesar 39,375 % dari 412,50 pada siklus 1 dan naik menjadi 565 pada siklus 2. Siswa berperan aktif dalam upaya mendapatkan skor baik bagi kelompok maupun bagi individu. Peneliti menyarankan agar penelitian lain tentang penggunaan metode pembelajaran kuis yang lebih disempurnakan agar lebih efektif dalam pembelajaran.