Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.Berkaitan dengan peran forum pertemuan guru di KKG yang sangat strategis untuk peningkatan kompetensi guru dan kinerja guru, maka revitalisasi KKG merupakan hal mendesak yang harus segera dilakukan. Tugas dari Kepala Sekolah diantaranya adalah membantu guru melalui pelaksanaan supervisi akademis. Untuk mencapai tujuan merevitalisasi KKG alternatifnya bisa menggunakan kerangka Lesson Study sebagai sebuah instrumen. Lesson Study dibagi menjadi tiga bagian: Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan dan observasi) dan See (refleksi). Tujuan dari Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi GLS melalui KKG dan menganalisis tingkat efektifitas pelaksanaan Lesson study dalam GLS. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), yakni peneliti melakukan tindakan bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai Kepala Sekolah. Kehadiran peneliti di lapangan dalam implementasi GLS sangat penting karena peneliti sendiri merupakan instrumen utama penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa lesson study dengan supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan guru dalam implementasi GLS melalui pembelajaran di kelas. Hal ini dengan dibuktikan terjadinya peningkatan skor hasil penelitian siklus 1 dan siklus 2, yakni dari 67 menjadi 86. Lesson study melalui Supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru peserta KKG Guslah V Kecamatan Lawang Kabupaten Malang dalam implementasi GLS. Selanjutnya perlu upaya untuk mengembangkan lesson study pada KKG yang lebih kontekstual yang mendukung standar proses pembelajaran.