Mudhesta Titik Andayani
SMA Negeri 5 Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSELING PENDEKATAN BEHAVIOR DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MEREDUKSI EFEK NEGATIF WESTERNISASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 MALANG Mudhesta Titik Andayani
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dimaksudkan membantu siswa tumbuh dan berkembang menemukan pribadinya didalam kedewasaan dimasing-masing individu secara maksimal dalam berbagai aspek kepribadian dan menjadi manusia yang dewasa dan mandiri ditengah-tengah masyarakat .Faktor utama penyebab terjadinya westernisasi adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Teknologi yang lebih maju membuat masyarakat mudah untuk mengakses berbagai kebudayaan barat tanpa adanya filter sama sekali. Selain itu, westernisasi juga terjadi karena adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap bahwa kebudayaan barat lebih maju, modern, keren, dan lebih bergaya. Westernisasi inilah yang membuat eksistensi kebudayaan nasional menjadi terancam. Konseling kelompok dengan pendekatan Behavior dimaksudkan sebagai upaya melatih atau mengajar konseli tentang pengelolaan diri, yang dapat digunakannya untuk mengendalikan kehidupannya, untuk menangani masalah masa kini dan masa datang, dan mampu berfungsi dengan memadai tanpa terapi yang terus-menerus. Selain itu, asumsi pokok dari pendekatan Behavior ini Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis hasil pelaksanaan Konseling Kelompok Pendekatan Behavior dengan Teknik Peer group dapat mereduksi efek negatip westernisasi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Subyek dalam penelitiam imi difokuskan pada siswa yang bermasalah dengan dampak negatip dari westernisasi. Hasil pene;itian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi siswa pada siklus II mengalami pereduksian sebesar 13,25 (26,5%) terhadap kondisi setelah siklus I.. Pada siklus II pertemuan terakhir dapat dikategorikan sangat tinggi dalam mereduksi sikap westernisasi karena memiliki nilai 14,5 persentase 29%.. Konseling pendekatan behavior dengan teknik peer group dapat mereduksi bahaya westernisasi isasi pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Malang tahun pelajaran 2021 /2022. Disarankan peneliti lain untuk mengembangkan konseling dengan pendekatan dan teknik yang lain yang mendukung standar proses pembelajaran.
KONSELING BERORIENTASI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 5 MALANG TAHUN 2021/2022 Mudhesta Titik Andayani
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan kondisi psikologis dapat berkembang dengan baik jika diberi kesempatan untuk berkembang melalui latihan yang dilakukan secara terus menerus. Kecerdasan emosi adalah kemmapuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengatur keadaan jiwa, dan mengendalikan emosi. Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mendeskripsikan langkah dan aktivitas siswa dalam Konseling Kelompok berorientasi kecerdasan emosional untuk peningkatan kemandirian siswa .2). Menganalisis hasil Konseling Kelompok berorientasi kecerdasan emosional dalam meningkatkan kemandirian.Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ( PTBK), yakni peneliti melakukan tindakan bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai guru BK. Kesimpulan dari PTBK ini adalah : 1). Siswa aktif dalam dalam layanan konseling bimbingan kelompok berorientasi kecerdasan emosional untuk peningkatan kemandirian .2).Kegiatan peneliti dalam konseling terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran. 3) Konseling bimbingan kelompok dengan berorientasi kecerdasan emosional dapat meningkatkan kemandirian siswa . Peningkatan kecerdasan emosional siswa sebesar 22, 685, dari skor 66,12 menjadi 81,12.. Sedang kemandirian siswa meningkat 22,75 % dari skor 65,88 menjadi 80,98. Peneliti juga memberikan rekomendasi kepada peneliti lain untuk mengembangkan konseling dengan pendekatan dan teknik yang lain yang mendukung standar proses pembelajaran.