Permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan pada saat ini dengan SKB 4 Menteri adalah waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang terbatas. Akibatnya kurang keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan berkurangnya respon dari siswa dalam proses pembelajaran Untuk menghadapi permasalahan di atas salah satu alternatip upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan model pembelajaran Blended Learning, yakni metode pembelajaran dimana menggabungkan dua pola pembelajaran yaitu melalui muka atau Luar jaringan (Luring) dan Dalam jaringan (Daring) dengan memanfaatkan teknologi. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan dan mengalisis nhasil Penerapan Model Pembelajaran Blended Untuk meningkatkan hasil belajar Siswa pada pokok bahasan Ikatan Kimia kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) yakni penelitian untuk memberikan tindakan dalam rangka perbaikan masalah pembelajaran. Dalam PTK ini peneliti melaksanakan bersamaan dengan tugas sebagai guru Kimia di SMA Negeri 14 Pekanbaru. Peneliti melaksanakan Tindakan untuk peningkatan hasil belajar melalui pelaksanaan Blanded Learning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru aktif galamkegiatan Daring dan luring dalam Blended Learning untuk meningkatkan hasil belajar Kimia tentang Ikatan Kimia. Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar Kimia tentang Ikatan Kimia pada siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru. Proses dan hasil pembelajatran Luring meningkat 24,5% dari sklus 1 dengan hasil 66,33, menjadi 82,6,0 pada siklus 2. Proses dan hasil pembelajatran Daring meningkat 17,8% dari sklus 1 dengan hasil 64,50 menjadi 76,00 pada siklus 2. Sedangkan hasil blended learning meningkat 21,04% dari 65,60 menjadi 79,40. Blended Learning dapat digunakan sebagai strategi membantu guru dalam pembelajaran pada mata pelajaran yang lain. Perlu ada peneliti lain untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kontekstual yang dipadukan dengan metode-metode pembelajaran lain yang mendukung standar proses pembelajaran.