Dwi Wiratmoko
SD Negeri Oro Oro Ombo 02 Kota Batu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG JARING-JARING MAKANAN PADA PEMBELAJARAN IPAS SD KELAS 5 SDN ORO-ORO OMBO 02 BATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Dwi Wiratmoko
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 1 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPAS pada tingkat sekolah dasar guru dituntut untuk mampu mengembangkan media yang menarik sesuai materi yang diajarkan agar dapat dipahami oleh peserta didik. Penggunaan media yang tepat, dapat membantu guru dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Permainan tradisional merupakan permainan warisan dari nenek moyang yang wajib dan perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Benteng atau Bentengan merupakan salah satu permainan tradisional berkelompok yang membutuhkan ketangkasan, kecepatan dalam berlari, dan strategi yang baik. Permainan ini sangat baik dalam mengasah ketrampilan berpikir dan motorik anak. Tujuan dari PTK ini, yaitu: menjelaskan langkah dan aktivitas siswa pada penerapan Metode Permainan Tradisional Bentengan dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Rantai Makanan pada Pembelajaran IPAS Kelas V SDN Oro-oro Ombo 02 Batu Tahun Pelajaran 2022/2023, dan menganalisis hasilnya. Hasil PTK ini siswa kelas V SDN Oro – Oro ombo 02 Tahun Pelajaran 2022/ 2023 aktif dalam meningkatkan pemahaman pada pembelajaran IPAS tentang jaring – jaring makanan. Siswa telah merasa memiliki penglaman belajar dengan menyenangkan untuk pembelajaran IPAS tentang Jaring – jaring makanan. Siswa menjadi terbiasa melakukan pembelajaran dengan bermain. Berdasarkan analisis data terjadi peningkatan pemahaman tentang pembelajaran IPAS materi jaring-jaring makanan pada siswa kelas V SDN Oro – oro Ombo 02 dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 55%. Dari pra penelitian ke siklus 1 mengalami peningkatan 15%, peningkatan dari pra siklus dibandingkan dari siklus 2 adalah sebesar 30%.