Isnaini Herawati
Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Pembersihan Jalan Napas Terhadap Pasien dengan Pneumonia: A Case Report Maufuroh Niama Ummi Samkhah; Prayitno Prayitno; Isnaini Herawati
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.190

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit saluran pernapasan bawah akut yang mengenai paren-kim paru meliputi alveolus dan jaringan interstisial yang mengakibatkan peradangan. Se-bagian besar pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri. Keluhan utama yang sering terjadi pada pasien pneumonia adalah sesak napas, peningkatan suhu tubuh, dan batuk. Pada pasien dengan pneumonia, keluhan batuk biasanya timbul mendadak dan batuk tidak produktif, tapi selanjutnya akan berkembang menjadi batuk produktif dengan mucus purulen kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, dan seringkali berbau busuk. Berdasarkan uraian masalah tersebut, peneliti akan membahas terkait intervensi terapi yang dapat dil-akukan oleh fisioterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intervensi fisioterapi pada penderita pneumonia sehingga dapat mempertahankan kondisi pasien supaya tidak semakin mem-buruk. Metode yang digunakan adalah case report study dimana peneliti meli-batkan seorang pasien wanita berusia 62 tahun yang bekerja sebagai pedagang kelapa di RS Respira Paru Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan 4x intervensi fisioterapi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS pada otot upper trapezius dan sternocleidomastoideus menunjukkan penurunan, peningkatan ekspansi sangkar thorak, kapasitas paru dengan peakflow, dan skala sesak napas dengan brorg scale, serta terdapat penurunan kapasitas paru dengan voldyn, tidak terdapat peningkatan maupun penurunan aktivitas fungsional. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan  terdapat gangguan pada transport mukus sehingga pasien akan mengalami kesusahan dalam bernafas, batuk disertai dahak, penurunan ekspansi sangkar thorak yang nantinya akan berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Dari impairment yang didapatkan tersebut intervensi yang dapat diberikan ialah postural drainage, active cycle breeathing, segmental breathing, serta tho-racic expansion exercise yang dapat membantu dalam pembersihan jalan napas sehing-ga akan mengurangi dampak dari penumpukan mucus tersebut. Adapaun satu lain hal yang harus diperhatikan ialah riwayat penyakit terdahulu serta riwayat penyakit penyerta karena hal ini dapat berpengaruh pada posisi yang efektif dan nyaman pada saat diberi-kan treatment, selain itu instruksi dan pemberian contoh yang benar saat latihan nafas serta pengukuran kapasitas paru juga harus diperhatikan.
Penatalaksanaan Fisioterapi dengan Ultrasound dan Terapi Latihan Pada Pasien Tendinitis Achilles: Case Report Niken Primadhita Kuswanto; Kingkinarti Kingkinarti; Isnaini Herawati
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.191

Abstract

Tendinitis Achilles merupakan cidera yang terjadi pada tendon Achilles, yaitu jaringan yang melekatkan atau menghubungkan otot betis dengan tulang tumit kaki akibat overuse atau penggunaan secara terus menerus. Tendinitis Achilles juga merupakan sebuah kondisi umum yang menyebabkan rasa sakit pada sepanjang bagian belakang kaki di dekat tumit. Gejala klinis seperti nyeri, bengkak, dan penurunan kemampuan tendon Achilles sering terjadi pada olahraga dan kehidupan sehari-hari. Tujuan case report dari penatalaksanaan fisioterapi pada tendinitis achilles adalah untuk mengurangi nyeri, mengurangi bengkak, meningkatkan kekuatan otot dan lingkup gerak sendi, serta meningkatkan aktivitas fungsional sehari-hari pasien dengan tendinitis achilles. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case report study dimana peneliti melibatkan seorang pasien di RSUD dr Hardjono Ponorogo. Pasien merupakan seorang perempuan berusia 59 tahun bekerja sebagai pendeta, pasien mengeluhkan nyeri dan bengkak pada kedua pergelangan kaki belakangnya. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan ultrasound dan terapi latihan meliputi myofascial release, hold relax, heel raise, strengthening exercise memiliki pengaruh untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan ROM, Meningkatkan aktifitas fungsional, dan mengurangi bengkak pada pasien dengan tendinitis achilles.