Salma Muazarroh
Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Neurosensorimotor Reflex Integration (NSMRI) dan Play Therapy Movement terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD): A Case Report Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Salma Muazarroh
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.205

Abstract

Autism spectrum disorder merupakan gangguan perkembangan neurologis yang biasa ditandai dengan gangguan sosial, komunikasi, perilaku serta aktivitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian Neurosensorimotor reflex integration (NSMRI) serta Play Therapy Movement pada peningkatan fungsi perilaku, kognitif dan fisik individu yang didiagnosis dengan Autism spectrum disorder (ASD). Pemberian modalitas terapi NSMRI dan Play Therapy berdasarkan pengetahuan tentang neurofisiologi refleks, pengamatan klinis, dan studi patologi refleks yang dapat menjadi kunci untuk meningkatkan perkembangan saraf pada anak dengan diagnose ASD. Program terapi NSMRI menggunakan strategi dan teknik khusus yang ditujukan untuk mendukung pematangan dalam pola neuro-sensorik-motorik. Gejala anak dengan ASD tercermin dalam kurangnya integrasi sensorik-motorik, interaksi sosial dan perkembangan Bahasa yang buruk, perilaku dan tindakan yang berulang, serta hiperaktif dan kecemasan. Metode penelitian yang digunakan berupa case report yang dilakukan pada anak dengan usia 7 tahun dengan diagnose Autism spectrum disorder (ASD). Hasil dari pemberian NSMRI dan Play Therapy sebanyak 3 kali selama 3 minggu yaitu adanya integrasi Refleks Graps Plantar pada T2 dan T3, serta peningkatan kemampuan fungsional anak ASD terlihat pada pertemuan T2 dan T3. Pemberian terapi dapat menghasilkan perubahan yang signifikan apabila intervensi fisioterapi dilakukan dengan intensitas dan frekuensi yang rutin.