Ashar Abilowo
Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian Air Perasan Jeruk Nipis Madu dalam Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Astri Yulia Sari Lubis; Ashar Abilowo
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.231

Abstract

Mual dan muntah selama kehamilan merupakan salah satu tanda awal yang paling umum dan sering kali menimbulkan stres pada ibu hamil. Hampir 90% wanita mengalami sejumlah tingkat mual dan muntah, mulai dari gejala ringan yang mungkin sembuh sendiri hingga kasus yang lebih serius disebut hiperemesis gravidarum. Sekitar 51,4% wanita mengalami mual, sementara 9,2% mengalami muntah. Situasi ini dapat menyebabkan kekurangan cairan pada ibu, yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan perkembangan janin. Setiap wanita hamil mengalami tingkat keparahan mual yang berbeda. Kondisi ibu hamil cenderung rentan terhadap penggunaan obat-obatan, sehingga terapi komplementer menjadi salah satu opsi alternatif. Mengonsumsi campuran 30 ml air jeruk nipis dan 1 sdm madu selama tiga hari berturut-turut dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian air perasan jeruk nipis dan madu. Desain menggunakan Quasi Experiment melalui One Group Pretest-Posttest Design. Responden diberikan air perasan jeruk nipis madu selama periode 3 hari, dan setelahnya dilakukan pengukuran frekuensi mual muntah pada hari pertama dan hari keempat. Sampel diambil secara consecutive sampling sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan sistem penilaian PUQE-24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney, dan hasilnya menunjukkan nilai p=0,000. Kesimpulannya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik, dengan tingkat kemaknaan α=0,05 atau p<0,05. Kesimpulan penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat melakukan food recall selama penelitian untuk mengatasi terjadinya bias penelitian.