Wahyudi, Andri
Universitas Tulungagung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SERTIFIKASI DOSEN DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG Andri Wahyudi
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                   ABSTRAKSertifikasi dosen atau lebih populer disebut dengan istilah Serdos  adalah merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi dosen. Yang dimaksud dengan Sertifikasi disini adalah suatu proses pemberian setifikat pendidik kepada dosen oleh Pemerintah setelah dosen mengikuti beberapa prosedur penilaian sebagaimana diatur dan tertuang dalam UU No. UU 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen serta tertuang dalam  PP No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen.Pada hakikatnya sertifikasi dosen diberikan oleh pemerintah mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah : 1. Menilai profesionalisme dosen guna kelayakan dosen dalam melaksanakan tugas, 2. Melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, 3. Meningkatkan proses dan hasil pendidikan, 4. Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional, 5. Meningkatkan kesadaran dosen terhadap kewajiban menjujung tinggi kejujuran dan etika akademik terutama larangan plagiasi. Selain hal tersebut diatas dengan diberikannya sertifikasi dosen diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran selanjutnya juga akan diikuti peningkatan kualitas pendidikan termasuk peningkatan kualitas dosen serta adanya peningkatan kesejahteraan dosen.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitiannya di Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tulungagung dengan jenis dan sumber data yang dipakai Data Primer yaitu Struktural Fakultas, Dosen penerima Sertifikasi Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa. Untuk data sekundernya yaitu data bkd-lkd dosen data prestasi akademik mahasiswa/KHS, data lulusan/masa studi/IP/masa tunggu alumni. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket/ kuisioner, observasi , wawancara, dokumentasi sedangkan analisa datanya menggunakan model interaktif seperti  yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (2002 : 23). 
PENINGKATAN PENGHASILAN MASYARAKAT DESA MELALUI USAHA WALL CLADDING (Suatu Kajian Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung) Andri Wahyudi
Publiciana Vol. 11 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan penghasilan masyarakat desa  di era pembangunan dewasa ini di Desa Sawo dapat dilakukan   melalui usaha wall cladding. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengetahui peningkatan penghasilan masyarakat desa melalui  usaha wall cladding di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, (b) faktor pendukung dan penghambat peningkatan penghasilan masyarakat desa  melalui  usaha wall cladding di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukandengan menanyakan secara langsung kepada subjek penelitian (informan) dengan pedoman wawancara, dokumentasi dan data-data dari usaha wall cladding di Desa Sawo yang berkenaan dengan obyek penelitian. Observasi dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat keadaan yang berkenaan dengan kondisi di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penghasilan masyarakat desa  melalui usaha wall cladding di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Usaha ini  mulai dirintis pada tahun 2013, yaitu berupa pelatihan pengolahan dengan memanfaatkan limbah batu marmo menjadi wall clading sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi, bisa diterima masyakat  luas dalam hal model (up to date), berkualitas dan bersaing  dalam hal mutu serta harga dengan produk  sejenis lainnya di kawasan lokal, regional maupun internasional.Faktor pendukung meliputi sumber daya manusia, pemerintah, dan letak geografis. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu keterbatasan bahan untuk membuat wall cladding, faktor cuaca, kurangnya daya listrik dan keterbatasan modal.Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan penghasilan masyarakat desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung melalui usaha wall cladding dapat lebih berhasil dan optimal  hendaknya dilakukan secara terorganisir dengan baik dan kerjasama berbagai fihak terkait sehingga  dapat meningkatkan penghasilan & kesejahteraan masyarakat desa Sawo Kecamatan Campurdarat kususnya dan  Kabupaten Tulungagung pada umumnya.ABSTRACTIncreasing the income of rural communities in the current era of development in Desa Sawo can be done through the business of wall cladding. The objectives of this study were: (a) to know the increase in income of rural communities through the wall cladding business in Sawo Village, Campurdarat Subdistrict, Tulungagung District, (b) supporting factors and inhibitors of increasing rural income through wall cladding in Sawo Village, Campurdarat District, Tulungagung DistrictThis study uses a qualitative approach. Data collection is done by means of interviews, observation and documentation. The interview was carried out by asking directly to the research subject (informant) with interview guidelines, documentation and data from the wall cladding business in Sawo Village which was related to the object of research. Observation is done by observing and recording the conditions relating to conditions in the field.The results of the study indicate an increase in income of rural communities through the wall cladding business in Sawo Village, Campurdarat District, Tulungagung Regency. This business began in 2013, in the form of processing training by utilizing marmo stone waste into wall clading to produce products that have high selling value, can be accepted by the public in terms of up to date, quality and competitiveness in terms of quality and price with other similar products in the local, regional and international regions.Supporting factors include human resources, government, and geographical location. While the inhibiting factors are limited material to make wall cladding, weather factors, lack of electric power and limited capital.Suggestions in this study are that increasing the income of the people of Sawo Village, Campurdarat Subdistrict, Tulungagung Regency through wall cladding efforts can be more successful and optimal. generally.
TRANSFORMASI GAYA HIDUP DAN PERILAKU DALAM KEHIDUPAN TENAGA KERJA INDONESIA MENYONGSONG ERA MILENIAL Andri Wahyudi; Visca Nur Lailatul Mentari
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 7 No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v7i1.4403

Abstract

Adanya perubahan ekonomi membuat gaya hidup maupun perilaku seseorang di lingkungan masyarakat mengalami perubahan, misalnya seseorang menjadi lebih individualistik, acuh tak acuh, kemudian perilakunya menjadi lebih konsumtif. Hal tersebut diatas menjadikan penarik peneliti untuk mengetahui secara lebih mendalam dengan melakukan penelitian di salah satu desa dalam Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung yang berkaitan dengan gaya hidup serta perilaku konsumtif para Ternaga Kerja Indonesia. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskreptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskrepsikan dan mengintepretasikan perubahan style/kultur dan perilaku konsumtif TKI di Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, kemudian sekaligus mengetahui, mendeskrepsikan dan mengintepretasikan faktor-faktor yang berimplikasi dengan perubahan gaya hidup dan perilaku konsumtif TKI di Desa Jatidowo. Transformasi style/kultur dan perilaku para TKI dan keluarganya di Desa Jatidowo, Rejotangan, Tulungagung dan ada kecenderungan berperilaku atau berpola kehidupan konsumtif. Para TKI dan keluarganya tidak menerapkan prinsip ekonomi yakni pola hidup sederhana, suka berbuat baik, berpedoman pada norma dan nilai-nilai serta etika yang ada (nilai nilai kederhanaan) untuk memenuhi kebutuhan hidup dan konsumsi bermasyarakat. Perubahan style/kultur dan perilaku konsumtif TKI dipengaruhi sekali adanya faktor pendukung yakni: masalah ekonomi & pengalaman, kepribadian seorang TKI, motivasi menjadi TKI Sedangkan faktor penghambatnya adalah: Keluarga & usia, Kelas sosial/budaya, Kepekaan sosial.