Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Makna Simbolik dan Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Meron di desa Sukolilo Kabupaten Pati Dany Miftah M. Nur; Alfina Nor Aini; Musdalifah Musdalifah; Octaviana Azizah; Muhammad Ulil Albab
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.5783

Abstract

The Meron tradition in Sukolilo Village, Pati Regency, is a unique celebration which aims to celebrate the birthday of the Prophet Muhammad SAW every 12 Robiul Awal. Similar to the Sekatenan traditions of the Surakarta Palace and the Ngayogyakarta Palace, the Meron tradition contains symbolic meaning and local wisdom values that have an impact on aspects of people's lives. This research used a qualitative descriptive method involving participants from the Sukolilo Village community. The research results show that the Meron tradition has symbolic meaning which includes religious aspects, da'wah, community harmony and cultural preservation. Values such as religious, social, artistic and economic are reflected in the implementation of this tradition. Conservation efforts are carried out through active community participation in holding traditional ceremonies every year, with a focus on protecting, developing and utilizing local culture. Ethics in the Meron ceremony is the key to continuity between generations, ensuring that cultural heritage remains alive and well maintained. The Meron tradition is not just a celebration, but also a cultural heritage full of meaning and value. Efforts to preserve it are important to ensure the sustainability and meaningfulness of this tradition in the lives of the people of Sukolilo Village, Pati Regency.
Pengembangan Flip Book Education Berbasis Power Point untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX di MTs Miftahul Ulum Karina Puji Lestari; Ida Rahmawati; Ahmad Kasyfin Nur; Dany Miftah M. Nur
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.905

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Flip Book Education berbasis Power Point guna meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS di MTs Miftahul Ulum, Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE, yang mencakup lima langkah utama: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas IX C, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian mencakup validasi ahli, pengamatan motivasi belajar, serta angket tanggapan siswa. Hasil menunjukkan media ini memenuhi kriteria valid dengan efisiensi penggunaan sebesar 85% dan daya tarik 87%. Media Flip Book Education ini terbukti efektif mendukung pembelajaran interaktif, membantu guru dalam penyampaian materi, serta meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dampak Keberadaan Objek Wisata Candi Sukuh Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Berjo Kabupaten Karanganyar Dany Miftah M. Nur; Muhammad Jodi Prasetiyo; Risma Amalia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1138

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdapat banyak candi dari candi Budhha maupun Hindu salah satunya yaitu Candi Sukuh. Objek wisata Candi Sukuh ini terletak di Kabupaten Karanganyar, Candi sukuh ini menjadi obyek wisata dan tempat peribadatan bagi agama Hindu yang ada di karanganyar bahkan juga banyak orang yang hidupnya bergantung pada wisatawan Candi Sukuh terutama warga desa berjo, kehidupan sosial ekonomi warga desa berjo tak lepas dari adanya tempat wisata Candi Sukuh yang mana mereka berprofesi menjadi pedagang maupun tukang ojek di sekitar wisata Candi Sukuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan Candi Sukuh dalam bidang sosial ekonomi masyarakat Desa Berjo. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini fokus pada analisis data primer dan data sekunder. Data primer mencakup informasi yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan biro pariwisata, pengelola Candi Sukuh, dan masyarakat sekitar Candi Sukuh. Menurut hasil penelitian, sebelum Candi Sukuh menjadi objek wisata sejarah, masyarakat sekitar umumnya bermata pencaharian agraris, dan taraf hidup sosial ekonomi relatif rendah. Namun setelah Candi Sukuh menjadi objek wisata, kehidupan sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan besar, khususnya di Desa Berjo, dengan peningkatan pendapatan dan potensi desa yang lebih baik. Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan objek wisata Candi Sukuh berujung kekecewaan, Khususnya distribusi pembangunan yang tidak merata. Pemeliharaan jalan merupakan hal yang penting dan perlu mendapat perhatian pemerintah untuk memudahkan wisatawan mengunjungi objek wisata tersebut.
NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI BULUSAN DI DESA HADIPOLO SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Putri Suryaningsih; Yusrotin Meila Rizqina; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1140

Abstract

Kearifan lokal merupakan suatu bentuk identitas suatu daerah dengan berbagai budaya maupun adat yang dikembangkan serta dipertahankan eksistensinya. Sehingga eksistensi tersebut menjadikan unsur pembeda dari budaya maupun kearifan local daerah lainnya. Tradisi bulusan merupakan salah satu kearifan lokal yang terdapat di Kabupaten Kudus lebih tepatnya didesa Hadipolo, dalam tradisi bulusan ini mengandung makna maupun filosofi didalamnya. Tidak hanya itu, tradisi bulusan ini memiliki latar belakang cerita sejarah serta memiliki kaitan mengenai religiusitas. Tradisi bulusan ini dilaksanakan pada 7 syawal setelah lebaran Hari Raya Idul Fitri, sehingga antusiasme masyarakat dalam tradisi bulusan ini sangat tinggi hal tersebut disebabkan nilai-nilai tradisi yang terdapat didalam tradisi bulusan ini sangat bervariatif salah satunya nilai pendidikan karakter, sehingga nilai pendidikan karakter sangat dominan mudah terpengaruh dalam sosial kemasyarakatan hingga dapat dijadikan dalam sumber belajar IPS.
ANALISIS DAMPAK USAHA PEMBUATAN GENTENG TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA NGEMBALREJO Millatul Lailiyah; Febrina Nur Hikmah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1141

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat ngembalrejo yang terganggu akibat adanya industri pembuatan genteng dengan lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Pembuatan genteng tersebut berada pada lokasi desa Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Sehingga kawasan Ngembalrejo memang terkenal sebagai daerah industry pembuatan genteng. Dengan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui hingga bahan untuk pembakaran pembuatan genteng akhirnya muncul berbagai dampak yang mempengaruhi masyarakat sekitar Kawasan desa Ngembalrejo. Munculnya dampak tersebut disebabkan dari factor bahan pembakaran tebu dan sampah plastik limbah dari PT. Pura, sehingga dapat menciptakan resiko dan dampak bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sehingga dalam penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang terjadi yang disebabkan adanya industri pembuatan genteng desa Ngembalrejo. Dengan menggunakan teknik wawancara dengan Ibu Imro’atul Nasihah sebagai pengusaha industri pembuatan genteng serta wawancara penduduk sekitar hingga penduduk kos dan observasi atau pengamatan pada lokasi yang terdampak hingga lokasi pembuatan genteng, dengan Teknik tersebut kami mengumpulkan data dengan semaksimal mungkin.
Eksistensi Penghayat Kepercayaan Sapta Darma Di Desa Mayong Lor kabupaten Jepara Naily Avida Defiana; Rindang Viqriani; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1146

Abstract

Agama yang diakui di Indonesia hanyalah Islam, Budha, Hindu, Konghucu, Katolik, Protestan, dan Hindu, menurut Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965. Kebijakan-kebijakan tersebut mempunyai dampak yang sangat merugikan bagi penghayat kepercayaan salah satunya Sapta Darma. Namun penghayar Sapta Darma di Desa mayong Lor tetap eksis sampai sekarang. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri alasan mengapa Sapta Darma di Desa Mayong Lor tetap eksis sampa sekarang dan bagaimana interaksi antara warga muslim sekitar dengan penghayat kepercayaan Sapta Darma. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Metodologi studi kasus dikombinasikan dengan penelitian kualitatif deskriptif.Peneliti menggunakan penelitian literatur, wawancara, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Lokasi penelitian yaitu di Sanggar Sapta Darma di Kecamatan Mayong Lor Kabupaten Jepara. Wawancara dilakukan dengan ketua sanggar Sapta Darma Mayong Lor. Berdasarkan hasil penelitian kepercayaan Sapta Darma masih eksis dikarenakan mereka melakukan agenda pembinaan rutin, ikut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di desa, dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
NILAI-NILAI TRADISI KIRAB REBO WEKASAN DESA JEPANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS di MTsN 2 KUDUS Dany Miftah M. Nur; Agus Miftah; Luqman Abdurrauf
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1177

Abstract

Tradisi Kirab Rebo Wekasan adalah salah satu tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Kirab ini biasanya dilaksanakan pada hari Rabu Pon dalam penanggalan Jawa, Kirab Rebo Wekasan menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya Jawa.Kirab ini dapat menjadi sumber informasi mengenai sejarah dan perkembangan masyarakat di masa lampau. Peserta kirab dapat memberikan penjelasan mengenai makna simbol-simbol yang ada dalam kirab serta latar belakang historis tradisi tersebut. Hal ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memahami warisan budaya dan sejarah lokal mereka. Dalam mata pelajaran IPS, tradisi Kirab Rebo Wekasan dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik. Guru dapat mengajak siswa untuk mempelajari nilai-nilai sosial, budaya, dan sejarah yang ditampilkan dalam tradisi ini. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan penyelidikan dan analisis mereka dengan mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul tradisi dan dampaknya pada kehidupan masyarakat.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menunjukkan secara utuh nilai tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang Mejobo Kudus sebagai sumber pembelajaran IPS. Sementara pendekatan yang diterapkan  yaitu pendekatan fenomenologi yang merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melihat serta mendengarkan secara terperinci serta melibatkan pemahaman individual terkait pengalaman pengalamanya.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Pengembangan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus Hidayatul Ummah; Nur Eka Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1184

Abstract

Wisata Rahtawu ialah salah satu bentuk wisata alam yang berkembang lebih lambat. Desa Rahtawu, tujuan wisata potensial, terletak di sebelah Colo Tourism, yang menawarkan pengunjung akses ke keajaiban alam termasuk air terjun dan sungai dengan pemandangan gunung yang masih jernih dan mempesona. Desa Rahtawu memiliki potensi yang harus ditingkatkan agar lebih menarik bagi wisatawan, antara lain wista colo. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dan didukung oleh analisis kualitatif dan teknik analitik. Temuan analisis tersebut melibatkan sejumlah narasumber yang relevan sebagai pemangku kepentingan dalam pertumbuhan pariwisata Desa Rahtawu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa para narasumber memilih untuk memperbaiki diri dan bergabung dengan pariwisata Colo sebagai alternatif untuk mengembangkan Desa Rahtawu. Unsur pariwisata yang dapat memberikan prioritas pengaruh dalam pengembangan pariwisata Desa Rahtawu adalah tempat yang nyaman, unsur transportasi, akomodasi dan promosi sedangkan yang terakhir mengutamakan unsur pengunjung. Pengembangan prioritas utama yang dilakukan adalah memperbaiki daya tarik wisata yang ada serta menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah agar pembaca dapat mengetahui permasalahan dalam pengembangan pariwisata di Desa Rahtawu
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA PASURUHAN KAYEN PATI Istiqomatul Mutmainah; Ananda Siska Khoirunnisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat didalam tradisi sedekah bumi yang ada didaerah Pati Jawa Tengah tepatnya di Desa Pasuruhan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa dari sebuah kebudayaan yang ada di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati ini mengandung beberapa nilai-nilai karakter berupa nilai akidah, nilai akhlak, nilai ibadah, nilai sosial, nilai kedisiplinan, serta terdapat suatu keunikan yang ada didalam budaya tersebut yaitu apabila masyarakat setempat mengadakan sedekah bumi, akan tetapi jika didalam acara tersebut tidak diadakan pagelaran wayang maka akan terjadi suatu musibah didesa tersebut. Maka dari itu, pada saat acara sedekah bumi diwajibkan mengadakan acara pagelaran wayang.
KURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI Zulia Kharissatul Zumna; Fauzi Fauzi; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1235

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk seiring dengan peningkatan aktivitas perkotaan menjadi penyebab meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Rumah tangga merupakan penghasil sampah/sampah dengan jumlah terkecil, dilihat dari daerah ke daerah dengan volume yang dihasilkan. Sampah rumah tangga sering kali mencakup sampah organik, anorganik, dan berbahaya. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Maka dari itu dalam penelitian ini penulis ingin mengkajian mengenai pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri, sebagai sebuah upaya untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah terkait dengan jumlah sampah yang semakin meningkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analitik dikarenakan judul yang diangkat penulis mengkaji secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan objek penelitian, menganalisis permasalahan serta mencari alternatif pemecahan masalah, yaitu memberikan deskripsi upaya mengurangi pencemaran lingkungan dengan pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri.