Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan penting dalam pembelajaran bahasa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media digital dalam kegiatan storytelling untuk mendukung keterampilan berbahasa siswa di SDN 127/1 Petajen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas II dan siswa kelas II sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan video animasi dari YouTube dan media visual berbasis Canva dalam kegiatan storytelling. Media tersebut digunakan untuk menarik perhatian siswa, membantu siswa memahami isi cerita, serta mendorong siswa untuk menyimak, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali cerita yang telah ditonton. Penggunaan media digital dalam storytelling terutama mendukung keterampilan menyimak dan berbicara siswa. Siswa tampak lebih fokus ketika menyimak cerita, lebih antusias menjawab pertanyaan, dan lebih percaya diri dalam menyampaikan kembali isi cerita. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan perangkat pendukung, ketergantungan pada koneksi internet, dan perbedaan kompetensi digital guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital dalam kegiatan storytelling dapat menjadi alternatif pembelajaran bahasa yang menarik dan kontekstual di sekolah dasar, terutama jika didukung oleh kesiapan guru, fasilitas teknologi, dan desain aktivitas pembelajaran yang terarah.