Haryanto Tanuwijaya
Universitas Dinamika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Pelatihan Pengolah Kata dan Pengolah Angka di Panti Asuhan Benih Kasih Surabaya Haryanto Tanuwijaya; Tjandrarini
Ekobis Abdimas Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Asuhan Benih Kasih (PABK) merupakan lembaga sosial nirlaba yang menampung, mendidik, dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu, dan anak terlantar di kota Surabaya. Kegiatan yang dilakukan PABK antara lain mengasuh dan memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk bekal berkehidupan mandiri kelak. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, PABK menyediakan sarana komputer untuk anak-anak asuh sebagai media belajar menggunakan perangkat lunak yang telah disediakan. Namun pada kenyataannya, anak-anak jarang memanfaatkan fasilitas komputer karena belum berlatih menggunakan perangkat lunak sesuai perkembangan teknologi informasi. Padahal PABK menginginkan agar anak-anak memiliki keterampilan komputer dan dapat diberdayakan sebagai saran latihan sebelum bekerja di berbagai perusahaan setelah lulus sekolah menengah atas kelak. Berdasarkan permasalahan belum adanya pelatihan intensif penggunaan komputer selama ini, maka solusi yang ditawarkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pengolah kata dan pengolah angka kepada anak-anak PABK dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak menggunakan pengolah kata dan pengolah angka. Pelatihan pengolah kata dan pengolah angka ini dilakukan dengan metode Demonstrasi dan Praktik Langsung. Pelatihan pengolah kata dan pengolah angka dalam pengabdian kepada masyarakat ini telah berjalan baik dan lancar yang ditunjukkan dari rata-rata nilai angket sebesar 3,70. Seluruh peserta menyatakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat bagi mereka yang ditunjukkan dari nilai angket 4,0. Bahkan para peserta menginginkan waktu pelatihan yang lebih lama yang ditunjukan dari nilai angket 3,31 dan waktu praktik yang lebih banyak dari nilai angket 3,46. Pelatihan ini dapat membantu PABK dalam memberdayakan anak-anak panti asuhan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan agar siap terjun ke dunia kerja kelak
Pelatihan Aplikasi Google Suite Untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi di Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Jawa Timur Haryanto Tanuwijaya; Tjandrarini
Ekobis Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.3.2.6310

Abstract

The Indonesian Buddhist Council (MBI) is an association based on the principles of Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, based on Buddhadharma and taking refuge under the Great Sangha of Indonesia (Sagin). MBI East Java (Jatim) is one of 27 MBI Regional Administrators in Indonesia. As a religious organization, MBI East Java has many activities, both internal and community services. During the Covid-19 pandemic, various organizational activities, especially management coordination, were hampered and there was even a decline in organizational performance due to the PPKM policy from the government. Based on this experience, the management of MBI East Java intends to take advantage of applications that provide various integrated applications in organizational management to improve organizational performance. Based on these problems, training for Google Suite or G-suite applications was held that provides integrated services such as Gmail, Docs, Drive, Calendar, Meet, and other integrated applications. The G-suite application training is carried out using explanation, demonstration and hands-on practice methods during the training. The G-suite application training to improve organizational performance at MBI East Java has been carried out well and smoothly as evidenced by the average questionnaire score of 3.74. This training material was assessed by participants as having conformity with the needs of the organization with the highest score of 3.94. The quality of the training materials is also considered good. The quality of the material in service to quality is considered to state that the training is very beneficial for them as indicated by the 4.0 questionnaire score. The participants rated the training materials useful for them with a score of 3.75, but they needed more practice time in training as indicated by the questionnaire score of 3.38 which was the lowest score in the evaluation of this training. Overall, the implementation of this community service has succeeded in improving the skills of the administrators in using the G-suite application to improve organizational performance.
PENGARUH FASHION INFLUENCER, PROMOSI DIGITAL, DAN PERSEPSI GAYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK STREETWEAR OLEH GENERASI Z Vina Dwi Yanti; Haryanto Tanuwijaya; Sri Suhandiah
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 10 No 3 (2026): MANAJEMEN DEWANTARA (Online First)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study purposes to analyze the influence of fashion influencers, digital promotion, and style perception on streetwear purchase decisions among Generation Z. The research employed a quantitative approach using a survey method. A five-point Likert scale was used in an online survey to gather data from 103 Generation Z respondents in Surabaya who actively use social media and have purchased streetwear products within the last six months. Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software was used to analyse the data.The findings indicate that fashion influencers, digital promotion, and style perception have a positive and significant effect on purchase decisions. Digital promotion shows the strongest influence, followed by fashion influencers and style perception. The coefficient of determination (R²) value of 0.712 indicates that 71.2% of the variance in purchase decisions is explained by the three independent variables, while the predictive relevance (Q²) value of 0.478 demonstrates that the model has good predictive capability. These findings indicate that streetwear purchase decisions among Generation Z are influenced by the integration of digital promotion strategies, influencer credibility, and consumers’ style perception aligned with their self-identity.
Analisis Kualitas Production Planning Information System Menggunakan McCall’s Framework Haryanto Tanuwijaya; A.B. Tjandrarini
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v5i3.1794

Abstract

Sebuah perusahaan di kota Surabaya telah mengembangkan production planning information system yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di era digital. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas production planning information system agar dapat memenuhi standar mutu perusahaan. Analisis kualitas sistem informasi pada penelitian ini menggunakan McCall’s Framework agar dapat menganalisis lebih mendalam dan menyeluruh dengan difokuskan pada kategori product operation. Kesimpulan dari penelitian ini adalah production planning information system memenuhi kualitas baik terutama pada faktor correctness(85%), reliability (86,80s%), dan usability 19,245 ± 10,547. Perlu peningkatan pada faktor efficiency terutama pemahaman dan keterampilan pengguna dan peningkatan faktor integrity terutama pada subfaktor security (40%). Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan pengembangan production planning information system di masa yang akan datang.
Pengaruh Kemajuan Teknologi dan Ekspektasi Return Terhadap Minat Berinvestasi Cryptocurenncy Melalui Fomo Sebagai Variabel Moderasi Pada Generasi Z Kota Surabaya Alifian Daniel Al-Habib; Januar Wibowo; Haryanto Tanuwijaya
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Faculty of Economic and Business, Accounting Dept

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.14.2.132-143

Abstract

AbstrakPenelitian ini menyelidiki dampak kemajuan teknologi dan ekspektasi imbal hasil terhadap minat investasi Generasi Z pada mata uang kripto, dengan fokus pada peran moderasi Fear of Missing Out (FoMO). Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan survei terhadap 141 investor mata uang kripto Generasi Z. Temuan ini mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi, ekspektasi imbal hasil, dan FoMO secara signifikan mempengaruhi minat investasi. Kemajuan teknologi memfasilitasi akses mudah ke informasi dan platform investasi, sementara ekspektasi keuntungan yang tinggi dan ketakutan kehilangan potensi keuntungan mendorong keputusan investasi. Selain itu, FoMO ditemukan memoderasi hubungan antara kemajuan teknologi dan minat investasi. Hasil-hasil ini menyoroti pentingnya memahami faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan investasi, terutama di kalangan generasi muda.Kata kunci: Mata Uang Kripto; Ekspektasi Pengembalian; FoMO; Generasi Z; Kemajuan Teknologi; Minat Berinvestasi. Abstract This study investigates how technological progress and anticipated returns influence Generation Z's interest in cryptocurrency investments, specifically considering the moderating effect of Fear of Missing Out (FoMO). A quantitative approach was employed, using a survey of 141 Generation Z cryptocurrency investors. The results show that technological progress, anticipated returns, and FoMO notably impact investment interest. Technological advancements facilitate easy access to investment information and platforms, while high return expectations and the fear of missing out on potential profits drive investment decisions. Furthermore, the study revealed that FoMO acts as a moderator in the relationship between technological advancements and investment interest. The results from this study emphasize the significance of comprehending the psychological elements impacting investment behaviors, most notably among the younger cohorts. Implications for financial education, regulatory policies, and investment platforms are discussed. Keywords: Cryptocurrency; Ekspektasi Return; FoMO; Generasi Z; Kemajuan Teknologi; Minat Berinvestasi.