ANALISIS PENDAPATAN PETANI TEBU DI KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA
Pukuh Ariga Tri Yanutya
Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edaj.v2i4.2504
Pembangunan pabrik gula di Kabupaten Blora membuat banyak petani yang sebelumnya merupakan petanipadi, jagung, maupun yang lain-lain mulai beralih menjadi petani tebu. Permasalahan yang dikaji yaitu pengaruhfaktor-faktor diantaranya luas lahan, modal, biaya tenaga kerja, pendidikan, umur dan harga dalammempengaruhi pendapatan petani tebu di Kecamatan Jepon. Tujuan penelitian ini Untuk memberikansumbangan informasi dan rekomendasi dalam kegiatan usahatani tebu di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.Populasi penelitian ini yaitu berjumlah 54 petani tebu di 4 desa, berdasarkan program peningkatan produksiusahatani tebu bantuan pemerintah di Kecamatan Jepon. Variabel Hasil penelitian diperoleh menunjukan bahwasecara bersama-sama luas lahan, modal, biaya tenaga kerja, tingkat pendidikan, umur, dan harga berpengaruhpositif dan signifikan terhadap pendapatan petani tebu di Kecamatan Jepon dibuktikan dari hasil uji F sebesar11,45156 dan nilai prob. F-hitung (0,000000) < alpha 10 %. Nilai R2 = 0,593809 berarti bahwa 59,3809 persenkemampuan variasi himpunan variabel bebas (independen) yang digunakan dalam model ini dapat menjelaskanvariasi pendapatan petani tebu di Kecamatan Jepon. Sedangkan sisanya 40,6191 persen dipengaruhi variasivariabel dependen dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulandari penelitian ini adalah secara parsial yaitu terdapat 3 variabel independen yang digunakan tidak memilikipengaruh signifikan terhadap pendapatan petani tebu di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Variabel tersebutyaitu luas lahan, biaya tenaga kerja, dan umur. Sementara itu, terdapat 3 variabel independen lainnya yaitumodal, pendidikan, dan harga yang berpengaruh positif signifikan pada ? = 10% terhadap pendapatan petanitebu di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Construction of a sugar factory in Blora Regency previously made many farmers are farmers of rice, corn, and others began tomove into sugarcane farmers. The problems studied is the influence of factors such as land, capital, labor costs, education, ageand income affect the price of the sugarcane farmers in Sub district Jepon. For the purpose of this study contributes informationand advice in sugarcane farming activities in the district Jepon Blora. Population is around 54 sugar cane farmers in 4 villages,based on increased production of sugarcane farming program of government assistance in the Sub district Jepon. The resultsobtained show that jointly land, capital, labor costs, level of education, age, and price positive and significant impact on theincome of sugarcane farmers in Sub district Jepon evidenced from the results of the F test value of 11.45156 and prob. F-count(0.000000)