Deky Aji Suseno
Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Aset Idle Daerah Provinsi Jawa Tengah Shara Meilyanti Anartany; Deky Aji Suseno
Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 1 (2018): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v7i1.21923

Abstract

Aset daerah yang digunakan oleh pengguna barang, tidak semua dimanfaatkan dengan baik. Belum termanfaatkannya aset menunjukan bahwa masih perlu ada optimalisasi untuk memanfaatkan aset tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab aset idle daerah serta menentukan strategi untuk mengoptimalkan aset idle daerah Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan AHP (analisis hirarki proses). Informan dari penelitian ini terdiri dari 8 keyperson yang terdiri dari unsur akademisi/peneliti dan instansi dilingkungan pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian dengan menggunakan AHP yaitu, kriteria pertama faktor sewa, yang kedua faktor sumber daya manusia, yang ketiga faktor anggaran, selanjutnya faktor legal audit, dan yang terakhir faktor regulasi. Alternatif program yakni dengan memperhatikan nilai sewa berdasarkan kondisi aset. Selanjutnya yaitu dengan menambah sumber daya manusia dalam pengelolaan aset serta meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan aset. The assets of the area used by the user objects, not all put to good use. Not yet benfits assets show that still need to be there to take advantage of asset optimization. The purpose of this research is to analyze the factors cause the idle assets area and determine strategies to optimize asset idle area of Central Java province. This type of research is descriptive qualitative with data analysis technique used in this research is descriptive and analysis technique AHP (analysis Hierarchy process). Informants from this research consists of 8 keyperson consisting ofacademician and government instituion surroundings of Central Java province. The results of research using the AHP first criteria i.e., the lease factor, the second factor in human resources, the third factor in the next budget, audit, legal factorsand the last regulatory factors. Alternative program namely with regard for the value of the lease based on the condition of the assets. Next is to increase human resources in the management of the assets as well as increasing human resource in the management of assets.
Analisis Hubungan Kemandirian Keuangan Daerah dan Ketergantungan Daerah Terhadap Pengangguran dan Kemiskinan Rosyafa Febiandani; Deky Aji Suseno
Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v5i2.22035

Abstract

Adanya desentralisasi fiskal diharapkan dapat menciptakan kemandirian daerah dan dapat mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat. Kemandirian keuangan daerah dicerminkan dengan perbandingan besarnya PAD terhadap total pendapatan daerah. Sejak 10 tahun dilaksanakannya otonomi daerah sesuai UU No 32 Tahun 2004, kemandirian keuangan daerah di Provinsi Jawa Tengah masih berada di level yang kurang baik dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa. Jumlah pengangguran dan jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah juga masih terhitung tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari tingkat kemandirian keuangan daerah dan tingkat ketergantungan daerah terhadap tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Korelasi Kanonikal menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kemandirian keuangan daerah mempunyi hubungan yang signifikan, kuat, dan tidak searah dengan pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan hubungan antara ketergantungan daerah terhadap kemiskinan dan pengangguran mempunyai hubungan yang signifikan, tidak kuat, dan tidak searah. Peningkatan kemandirian keuangan daerah guna mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemerintah pusat dapat dilakukan dengan cara menggali dan mengelola sumber daya atau potensi daerah yang dimilikinya secara efektif dan efisien sebagai sumber utama pendapatan keuangan daerahnya. Fiscal decentralization is expected to create independency regional financial and to reduce the dependence of local governments to the central government. Independency regional financial can be result by the ratio of PAD to total local revenue. Since 10 years the implementation of regional autonomy based on UU No. 32 of 2004, independency regional financial in Central Java is still unwell compared to the other provinces in Java. As well as unemployed, and the poverty in Central Java is still high. The purpose of this research is to determine the relationship of independency regional financial and the dependency regional to unemployment and poverty in Central Java period 2013. The data used in this research is secondary data. The method of analysis used is the Canonical Correlation Analysis using SPSS application. The results of research showed that the relationship of independency regional financial are significant, strong, and no direct relation with unemployment and poverty The relationship between dependency regional with unemployment and poverty are significant, no strong, and no direct relation. Increased the independency local financial to reduce the dependence on the central government can be done by managing the resources or the potential of region effectively and efficiently as the source from their financial local revenue
Analisis Determinan Disparitas Pendapatan di Kawasan Purwomanggung Tahun 2009-2015 Afina Azka Fauzia; Deky Aji Suseno
Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 4 (2017): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v6i4.22294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pendapatan yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Daerah Purwomanggung, apakah dari faktor pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk kerja, IPM, investasi, inflasi, dan belanja pemerintah paling berpengaruh terhadap disparitas pendapatan di Wilayah Purwomanggung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah yang berasal dari dokumen, peraturan dan catatan harian. Metode analisisnya adalah deskriptif kuantitatif. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor ini menggunakan pendekatan regresi data panel dengan Eviews. This Study aims to determinant affecting income inequality in Purwomanggung Regions, whether economic growth factors, the number of working population, HDI, investment, inflation, and government spending most influential on income disparities in Purwomanggung Region. The data used in this study is secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics and Central Java Investment Agency which comes from documents, regulations and diaries. Analysis method that is description and quantitative. The analytical tool used to analyze the effect of these factors using panel data regression with Eviews
Strategi Pengembangan Industri Kerajinan Eceng Gondok di Kabupaten Semarang Fatmawati Fatmawati; Deky Aji Suseno
Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 3 (2018): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v7i3.25257

Abstract

Industri kerajinan eceng gondok di Kabupaten Semarang sangat potensial untuk dikembangkan, namun perkembangannya mengalami penurunan yang semula di tahun 2013 terdapat 18 unit usaha menurun menjadi 10 unit usaha di tahun 2015. Volume produksi di tahun 2015 juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2014. Hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan baku eceng gondok di Rawapening yang terus mengalami peningkatan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 10 perajin dan 8 keyperson. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui permasalahan industri dan Analisis Hierarki Proses (AHP) untuk menentukan strategi pengembangan industri kerajinan eceng gondok di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan mendasar yang dihadapi adalah masih terbatasnya SDM yang terampil. Prioritas utama dalam pengembangan industri kerajinan eceng gondok di Kabupaten Semarang adalah kriteria SDM (nilai bobot 0,463), disusul kriteria pemasaran (nilai bobot 0,347), kriteria manajemen produksi (nilai bobot 0,119), dan kriteria teknologi (nilai bobot 0,017). Adapun saran dari penelitian ini antara lain diharapkan pemerintah dan pihak yang berkepentingan lebih memfokuskan pengembangan industri kerajinan eceng gondok melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Water hyacinth crafts industries in Semarang Regency potential for development, but its development has decreased which was originally in the year 2013, there are 18 business units decreased to 10 business units in 2015. The production volume in 2015 also decreased compared to 2014. The inversely proportional to the availability of raw materials in the water hyacinth Rawapening which is constantly increasing. The sample in this study consisted of 10 craftsmen and 8 keyperson. The research method used is descriptive analysis to find out the problems of industries and Analysis Hierarchy Process (AHP) to determine the development strategy of water hyacinth crafts industries in Semarang Regency. The results showed that the fundamental problems faced is the limited skilled human resources. The main priority in the development of water hyacinth crafts industries in Semarang district is HR criteria (weight value 0.463), followed by marketing criteria (weight value 0.347), production management criteria (weight value 0.119), and technology criteria (weight value 0.017). The suggestion from this study are expected in the government and interested parties more focused development of water hyacinth crafts industries by enhancing the knowledge and technical skills of human resources through education and training