Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa proses pembentukan kata dalam suatu bahasa yang dilakukan dengan afiksasi dapat mengubah identitas leksikal kata sekaligus dapat mengubah kategori kata. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada peneliti yang khususnya membicarakan masalah afiks yang mengubah identitas sekaligus mengubah kategori kata. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengubah maslah” sistem derivasional bahasa Muna dialek Gu- Mawasangka” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem derivasional bahasa Muna dialek Gu- Mawasangka; mendistribusikan afiks-afiks yang berperan sebagai pembentuk nomina dan verba; mendistribusikan kontruksi afiks derivatif dalam bahasa Muna dialek Gu-Mawasangka. Pendekatan dan teori yang digunakan teori struktural yang mendekatkan struktur bahasa. Data utama penelitian ini bersumber dari bahasa lisan sedangkan data tambahan bersumber dari tulis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode cakap dan simak dengan teknik rekam dan catat. Selain kedua teknik ini dipergunakan juga dengan instrospeksi dan elisitasi. Afiks-afiks pembentuk verba dari nomina dalam bahasa Muna dialek Gu-Mawasangkaterdiri dari beberapa prefiksasiyang meliputi ne-, me-, po-, fe-, noci-, ; sufiksasi yang meliputi –i, -e ; konfiksasi meliputi fe-...-e, foko-...-e, afiks-afiks pembentuk verba dari dasar adjektiva terdiri atas prefiksasi yang meliputi pakha-, feka-, dan prefiksasi meliputi ka(N)-, manso-, kafo-, dan konfiksasi yang meliputi kao-...a.