Reski Lestari1
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA Reski Lestari1
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam percakapan seluruh pembicaraan informan dilingkunganSMP Negeri 10 Kendari.Teknik simak yaitu cara yang digunakan untuk memperolehdata dengan menyimak penggunaan bahasa dari percakapan sedangkan catat yaitu teknik yang digunakan dengan cara mencatat percakapan informan untuk mendapatkan data tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenaiKesantunan Berbahasa Indonesia di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari maka penulis dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa di lingkungan SMP 10 Kendari menggunakan Prinsip kesantunanyang dikembangkan oleh Leech. Prinsip kesantunan yang dimaksud yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kesimpatian dan maksim pertimbangan yang terdapat di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Prinsip kesantunan tidak selalu diterapkan dalam percakapan karena dalam lingkunganSMP 10 Kendari yang dijadikan penelitian tidak memperhatikan prinsip-prinsip kesantunan pada saat berbicara antara penutur dan mitra tutur dengan konteks dan situasinya.