Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR TEKS NARASI (CERITA FANTASI) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 KENDARI Rusnayanti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 3 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan mengidentifikasi unsurunsur teks narasi (cerita fantasi) dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan sebab peneliti turun langsung ke lokasi penelitian (sekolah) untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang memberikan gambaran secara jelas mengenai kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kendari yang selanjutnya analisis data dengan menggunakan prinsip statistik yang berupa angka-angka. Responden dalam penelitian ini berjumlah 88 siswa yang tersebar dalam 11 kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esai untuk mengetahui kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi), angket dan observasi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kendari. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara individu terdapat 71 (80,8%) siswa yang dikategorikan mampu dan 17 (19,2%) siswa dikategorikan tidak mampu. Secara klasikal persentase kemampuan siswa dikategorikan tidak mampu karena tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal 85% atau hanya mencapai 80,8%. Adapun faktor yang menyebabkan siswa mampu dalam belajar yaitu alat pembelajaran sedangkan faktor yang menyebabkan siswa tidak mampu dalam belajar yaitu metode mengajar.