Wa Ode Lisrawati
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI NILAI- NILAI KEHIDUPAN YANG TERKANDUNG DALAM CERPEN “PERIHAL KEHILANGAN” DAN “MENOLAK MITOS SISIFUS” DALAM ANTOPOLOGI CERPEN LUKISAN SENJA SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 LAWA KAB.MUNA BARAT Wa Ode Lisrawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 4 (2020): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini termasuk penelitian kelas, metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 130 orang siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah 65 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes perintah mengidentifikasi nilai- nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat termaksud dalam kategori tidak mampu. Hal ini dibuktikan dengan persentase perolehan siswa secara klasikal (keseluruhan) sebesar (7,69%) yang seharusnya mencapai 85% dari standar nilai ketuntasan klasikal yang telah ditentukan. Dengan rincian 65 orang siswa yang dijadikan sampel terdapat 5 orang siswa (7,69%) yang dikategorikan mampu dan 60 orang siswa dengan persentase (92,39%) memperoleh kategori tidak mampu.