Fahruddin Hanafi
Universitas Halo Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS NARASI (CERITA FANTASI) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WAWOTOBI Lisa; Hilaluddin Hanafi; Fahruddin Hanafi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 149 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dari 60 siswa yang menjadi responden penelitian, terdapat 43 orang siswa (71,66%) yang memperoleh kategori mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Sedangkan 17 orang siswa (28,33%) memperoleh kategori belum mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Secara klasikal dapat dikatakan bahwa kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi masuk kategori belum mampu secara klasikal. Dikatakan demikian karena kemampuan siswa hanya mencapai 71,66% belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Jika dilihat dari setiap aspek penilaian kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi dapat disimpulkan bahwa dari kelima aspek penilaian yaitu aspek keruntutan isi cerita fantasi, kelancaran, dan lafal tuntas secara klasikal karena presentasenya telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%, sedangkan pada aspek intonasi, mimik/ekspresi belum tuntas secara klasikal karena presentasenya tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DURUKA Wa Ode Jultia; Sahlan; Fahruddin Hanafi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum ada peneliti yang melakukan penelitian tentang kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Duruka. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Duruka dalam menulis teks eksposisi?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Duruka. Jenis penelitian yang digunakan tergolong penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Duruka tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa yaitu 81 0rang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah populasi yaitu 81 orang siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dalam bentuk tes tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa berkategori mampu secara individu mencapai 34 responden (41,97%), sedangkan yang tidak mampu secara individu mencapai 47 responden (58,03%), sehingga kemampuan menulis teks eksposisi kelas VIII SMP Negeri 1 Duruka tidak mampu secara klasikal. Dikatakan demikian karena secara klasikal hanya mencapai 41,97% tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai yang diperoleh meliputi aspek kesesuaian isi dengan judul (58,03%), struktur teks eksposisi berupa tesis (39,51%),rangkaian argumentasi (13,58%), penegasan ulang pendapat (35,80%), unsur kebahasaan teks ekspsosisi berupa kata peristilahan (86,41%), kata perbandingan (20,98%), kata kerja mental (6,18%), kata perunjukan (12,34%), dan kata persuasif (54,32%). Dari keseluruhan aspek yang dinilai terdapat satu aspek yang dikategorikan mampu yaitu penggunaan unsur kebahasaan teks eksposisi berupa kata peristilahan.