Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

a PENGARUH KOMPETENSI, PROFESIONALISME, BEBAN KERJA, PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KEMAMPUAN AUDIT DALAM MENDETEKSI KECURANGAN DENGAN INTEGRITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING: Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Indonesia Muhamad Idris; Basyiruddin Nur; Karsam Karsam
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v5i1.927

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Beban Kerja, Pengalaman Auditor Terhadap Kemampuan Audit Dalam Mendeteksi Kecurangan Dengan Integritas Sebagai Variabel Moderating. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif.  Data penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner ke seluruh Kantor Akuntan Publik di Indonesia di beberapa kota besar di Indonesia sebanyak 182 responden Auditor.  Teknik analisis menggunakan PLS SEM versi 4. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.001 < 0,05. Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.014.  Beban kerja tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.399 lebih besar dari 0.05.  Pengalaman Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan  dengan nilai p-value sebesar 0.009. Integritas memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan  nilai p-value sebesar 0.000. Integritas memoderasi pengaruh Profesionalisme terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan  nilai p-value sebesar 0.017.  Integritas memoderasi pengaruh Beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.017. Integritas tidak memoderasi pengaruh Pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.174bstrak merupakan ringkasan singkat dari makalah untuk membantu pembaca cepat memastikan tujuan penelitian dan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Abstrak harus jelas dan informatif, memberikan pernyataan untuk masalah yang diteliti serta solusinya. Panjang abstrak antara 90 hingga 230 kata. Hindari singkatan yang tidak biasa dan definisikan semua simbol yang digunakan dalam abstrak. Menggunakan kata kunci yang terkait dengan topik penelitian direkomendasikan.
A PENGARUH KOMPETENSI, PROFESIONALISME, BEBAN KERJA, PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KEMAMPUAN AUDIT DALAM MENDETEKSI KECURANGAN DENGAN INTEGRITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING: Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Indonesia Muhamad Idris; Basyiruddin Nur; Karsam Karsam
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v5i1.928

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Beban Kerja, Pengalaman Auditor Terhadap Kemampuan Audit Dalam Mendeteksi Kecurangan Dengan Integritas Sebagai Variabel Moderating. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif.  Data penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner ke seluruh Kantor Akuntan Publik di Indonesia di beberapa kota besar di Indonesia sebanyak 182 responden Auditor.  Teknik analisis menggunakan PLS SEM versi 4. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.001 < 0,05. Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.014.  Beban kerja tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.399 lebih besar dari 0.05.  Pengalaman Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Auditor dalam mendeteksi kecurangan  dengan nilai p-value sebesar 0.009. Integritas memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan  nilai p-value sebesar 0.000. Integritas memoderasi pengaruh Profesionalisme terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan  nilai p-value sebesar 0.017.  Integritas memoderasi pengaruh Beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.017. Integritas tidak memoderasi pengaruh Pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan nilai p-value sebesar 0.174bstrak merupakan ringkasan singkat dari makalah untuk membantu pembaca cepat memastikan tujuan penelitian dan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Abstrak harus jelas dan informatif, memberikan pernyataan untuk masalah yang diteliti serta solusinya. Panjang abstrak antara 90 hingga 230 kata. Hindari singkatan yang tidak biasa dan definisikan semua simbol yang digunakan dalam abstrak. Menggunakan kata kunci yang terkait dengan topik penelitian direkomendasikan.
a PENGARUH ENVIRONMENTAL SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG), PERTUMBUHAN PENJUALAN, KOMISARIS INDEPENDEN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING: Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 - 2024 Karsam Karsam; Muhammad Nazid Nasution; Basyiruddin Nur
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v5i1.929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh environmental social governance (ESG), pertumbuhan penjualan, komisaris independen dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2024. Dengan menggunakan metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan keberlanjutan dari setiap perusahaan yang telah dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan moderated regression analysis (MRA) yang diuji menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara itu environmental social governance dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.  Adapun variabel kebijakan dividen mampu memoderasi (memperkuat) hubungan antara komisaris independen dengan nilai perusahaan. Sementara itu, variabel kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan environmental social governance (ESG), pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.