Industri pembiayaan mikro menuntut layanan cepat, empatik dan berintegritas khususnya bagi karyawan yang bergelut di dunia lapangan seperti Account Officer (AO). Meningkatnya angka turnover karyawan yang mencerminkan adanya tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk memperkuat praktik pengelolaan sumber daya manusia melalui penciptaan pengalaman kerja yang positif serta penerapan kepemimpinan yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee experience dan inclusive leadership terhadap loyalitas karyawan dengan mempertimbangkan work engagement sebagai variabel mediasi pada Regional Mekaar Bangka PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bangka Belitung. Pendekatan yang digunakan kuantitatif melalui metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Regional Mekaar Bangka khususnya posisi Account Officer (AO). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan, inclusive leadership berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan, employee experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, inclusive leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Selain itu, work engagement terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan artinya keduanya memiliki pengaruh positif dan signifikan. Lebih lanjut, dalam pengaruh tidak langsung variabel work engagement mampu memediasi secara signifikan pengaruh employee experience dan inclusive leadership terhadap loyalitas karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan loyalitas karyawan tidak hanya bergantung pada faktor organisasi secara langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat keterikatan psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas employee experience serta mendorong penerapan kepemimpinan yang inklusif guna memperkuat work engagement, yang pada akhirnya dapat mendukung terciptanya loyalitas karyawan secara berkelanjutan.