Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dan Anak Perusahaan tahun 2011 - 2015 dengan metode Economic Value Added (EVA) dan metode Return On Assets (ROA).Alat Analisis yang digunakan adalah metode Economic Value Added (EVA) yang merupakan alat ukur kinerja sebuah perusahaan sekaligus sebagai pengukur nilai tambah yang dihasilkan perusahaan kepada investor dengan memperhitungkan biaya modal. Dan metode Return On Assets (ROA) yang merupakan metode yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total asset.Penelitian berdasarkan hasil metode Economic Value Added (EVA) meningkat yaitu tahun 2011 sebesar 7.606.241,57, tahun 2012 sebesar 9.401.448,06, tahun 2013 sebesar 10.213.366,2. Adapun penurunan yang terjadi pada tahun 2014 sebesar 9.648.918,6, tahun 2015 sebesar 9.449.521,04. Hal ini menyebabkan hipotesis diterima karena metode Economic Value Added (EVA) memiliki kinerja keuangan yang meningkat di tahun 2011, 2012, 2013. Penelitian yang dihasilkan metode Return On Assets (ROA) menurun yaitu tahun 2012 sebesar 37,9 %, tahun 2014 sebesar 35,9 %, tahun 2015 sebesar 27,3 %. Adapun peningkatan yang terjadi pada tahun 2011 sebesar 41,7 %, dan tahun 2013 sebesar 39,5 %. Hal ini menyebabkan hipotesis ditolak karena metode Return On Assets (ROA) memiliki kinerja keuangan yang menurun di tahun 2012, 2014, 2015.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) menunjukkan peningkatan dan penurunan. Ini berarti manajemen perbankan secara umum telah mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan serta mampu menciptakan nilai bagi pemegang sahamnya. Adapun penurunan nilai Economic Value Added (EVA) lebih disebabkan karena nilai NOPAT yang dihasilkan tidak sebesar peningkatan nilai biaya Investasi yang harus ditanggung Perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan dengan metode Return On Assets (ROA) menunjukkan perubahan yang fluktuatif. Peningkatan dan penurunan karena menurunnya laba bersih akibat menurunnya tingkat penjualan dan meningkatnya beban penjualan berakibat laba bersih yang harus diterima perusahaan tidak maksimal.