Syamsu Syauqani
Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kode pos 83125

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEJARAH DAN DOKTRIN SALAFI: Dirosah Naqdiyah dari Perspektif Pemikiran Islam Syamsu Syauqani
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 2 (2022): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v2i2.44

Abstract

kelompok salafi adalah pembaharuan dari kelompok yang dulunya bernama wahabi yang memiliki legalitas dan kontinuitas dalam pergerakan dan penyebarannya dikarenakan adanya dukungan dari suatu kekuasaan. Ini juga mengakibatkan adanya wabah takfir (pengkafiran), tasyrik (pemusyriakan), tabdi’ (pembid’ahan) dan tasykik (upaya menanamkan keraguan) yang selalu menjadi slogan utama dalam doktrin kelompok ini tanpa ada rasa risih atau toleransi kepada kelompok yang lain dalam agama Islam. Sehingga umat Islam sering terjerumus dalam bingkai doktrin metafora spasial yang berposisi biner seperti mukmin-kafir, tauhid-syirik dan sebagainya, semua ini menjauhkan umat Islam dari rasa kemanusiaan sesama manusia baik dalam satu ideologi agama maupun ideolgi agama yang berbeda. Disisi lain, doktrin seperti ini akan menghilangkan tema sentral tujuan manusia beragama yaitu hidup berdampingan dengan penuh kedamaian, saling pengertian, menjunjung tinggi rasa kebebasan selama tidak keluar dari sifat-sifat kemanusiaan, sebagaimana pesan utama Rasulullah SAW diutus ke muka bumi ini yaitu rahmatan lil ‘alamin (untuk menjadi rahmat bagi semesta alam).