Sofiatin
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALIH KODE - CAMPUR KODE ACARA MASTERCHEF SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA DIGITAL Sofiatin; Siti Risma Adawiah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v4i1.68

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk alih kode dan campur yang di acara MasterChef Indonesia di RCTI dan pemanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui media digital. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, pengumpulan data dengan dokumen, simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data penelitian ini adalah tuturan dalam tayangan MasterChef Indonesia season 10 galeri 10 di babak pertama. Hasil dari penelitian ini terdapat 305 data yang secara keseluruhan berupa alih kode dan campur kode yaitu 122 data tuturan juri dan 199 data tuturan peserta. Terdapat 28 data tuturan alih kode eksternal pada juri, 15 data pada peserta dengan 1 tuturan alih kode internal dan 14 data alih kode eksternal. Ditemukan 15 data tuturan peserta yang mengandung campur kode internal. Ditemukan 92 tuturan juri dan 154 data peserta mengandung campur kode eksternal. Ditemukan 2 data tuturan juri dan 9 data tuturan peserta yang mengandung campur kode campuran. Dalam campur kode tuturan juri terdapat 77 kata, 57 frasa, dan 4 klausa, sedangkan dalam tuturan peserta terdapat 135 kata, 64 frasa dan 2 klausa. Disimpulkan bahwa bentuk yang dominan adalah alih kode eksternal, campur kode eksternal, campur kode bentuk kata, dan penyebab penggunaan istilah populer. Pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran sosiolinguistik melalui media digital youtube. Tayangan ini sarat dengan gejala bahasa alih kode dan campur kode dari tuturan para peserta dan jurinya. KATA KUNCI: alih kode, campur kode, pembelajaran bahasa Indonesia melalui media digital. CODE SWITCHING - MIX MASTERCHEF EVENT CODE AS INDONESIAN LANGUAGE LEARNING THROUGH DIGITAL MEDIA ABSTRACT: This study aims to determine the form of code transfer and mixing at the MasterChef Indonesia event at RCTI and its use in learning Indonesian through digital media. The research method used in this study is qualitative method. Data collection techniques in this study used literature studies, data collection with documents, free listening to proficient involvement, and recording techniques. This research data is a speech in the MasterChef Indonesia season 10 gallery 10 show in the first round. The results of this study contained 305 data, in the form of code transfer and code mixing, namely 122 jury speech data and 199 participant speech data. There were 28 external code transfer speech data on the judges, 15 data on participants with 1 internal code transfer speech and 14 external code transfer data. 15 participants' speech data were found that contained a mixture of internal codes. It was found that 92 jury utterances and 154 participant data contained external code interference. 2 jury speech data and 9 participant speech data were found containing mixed codes. In the mixed speech code of the judges there are 77 words, 57 phrases, and 4 clauses, while in the speech of participants there are 135 words, 64 phrases and 2 clauses. It was concluded that the dominant forms were external code switching, external code mixing, word form code mixing, and the cause of popular term use. In Indonesian learning can be used for sociolinguistic learning through YouTube digital media. This show is full of symptoms of code-switching language and mixed codes from the speech of the participants and judges. KEYWORDS: code switching, code mixing, Indonesian learning through digital media.
ANALISIS WACANA KRITIS PENDEKATAN TEUN A VAN DIJK TERHADAP PROGRAM "BARAK KARAKTER" DEDI MULYADI: STUDI PADA PEMBERITAAN MEDIA ONLINE DETIK.COM Muhamad Ichsan Nurjam'an; Sofiatin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.508

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana dari media detik.com/edu terhadap program "Barak Karakter" yang digagas oleh Dedi Mulyadi dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) pendekatan Teun A van Dijk. Program tersebut mewajibkan siswa tinggal di barak selama satu bulan untuk pembentukan karakter melalui kegiatan terstruktur. Hal ini telah menimbulkan beragam tanggapan di media online. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji tiga dimensi utama dalam pemberitaan: struktur teks (makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa media membingkai program ini dengan berbagai narasi, mulai dari apresiasi terhadap upaya pembentukan karakter hingga kritik terhadap pendekatan yang kontroversial. Dengan demikian, hasil analisis wacana kritis terhadap lima berita online detik.com/edu tentang barak karakter dapat disimpulkan bahwa informasi yang disampaikan memenuhi pendekatan Teun A van Dijk (1) struktur teks; (2) kognisi sosial; dan (3) konteks sosial. Implikasi penelitian ini yaitu meningkatkan karakter siswa yang mengungkapkan bagaimana wacana media dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan pendidikan berbasis karakter. KATA KUNCI: Analisis wacana kritis; media online; barak karakter   CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF TEUN A VAN DIJK’S APPROACH TO DEDI MULYADI’S ”BARAK KARAKTER” PROGRAM: A STUDY OF ONLINE MEDIA REPORTING DETIK.COM   ABSTRACT: This study aims to analyze the discourse from detik.com/edu media on the "Character Barracks" program initiated by Dedi Mulyadi using the Critical Discourse Analysis (AWK) approach of Teun A. van Dijk model. The program requires students to live in barracks for one month for character building through structured activities. This has led to various responses in online media. Using descriptive qualitative method, this study examines three main dimensions in the news coverage: text structure (macro, superstructure, micro), social cognition, and social context. The results of the analysis show that the media frames this program with various narratives, ranging from appreciation of characterbuilding efforts to criticism of controversial approaches. Thus, the results of the critical discourse analysis of the five detik.com/edu online news about the character barracks can be concluded that the information conveyed fulfills Teun A. van Dijk's model (1) text structure; (2) social cognition; and (3) social context. The implication of this research is to improve students' character which reveals how media discourse can influence public perception of character-based education policies. KEYWORDS: Critical discourse analysis;online media;character barracks