Ikhda Mar’atul Khusna
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rereading QS. Al-A’rāf Ayat 26 sebagai Fenomena Pakaian Syar’i di Indonesia: Tinjauan Tafsir Maqāṣidī Abdul Mustaqim Ikhda Mar’atul Khusna; Rivki Lutfiya Farhan
Jurnal Semiotika Quran Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v3i2.22616

Abstract

Fashion atau pakaian muslim yang terus berinovasi sedemikian rupa kerap kali memperhatikan pesan yang terkandung dalam al-Qur’an, sebagaimana trend pakaian syar’i yang berkembang belakangan ini. Penelitian ini berjtujuan untuk mencari relevansi trend pakaian syar’i  dengan al-Qur’an surah al-‘Arāf ayat 26. Melalui pendekatan tafsir maqāṣidī yang digagas oleh Abdul Mustaqim dengan metode library reseach penelitian ini menegaskan bahwa; Dalam al-Qur’an surah al-‘Arāf ayat 26 dijumpai  maqāṣid dzāhir dan bāṭin. Maqāṣid dzāhir meliputi hifdz al-dīn; menutup aurat, dan hifz al-nafs; pakaian bertujuan melindungi kulit dari cuaca. Sedangkan maqāṣid bāṭin meliputi nilai al-insāniyyah; pakaain sebagai sarana bergaul dengan etika yang baik sesama manusia, dan nilai al-ḥurriyah ma’a mas’ūliyyah; spirit menjalankan aturan agama dengan baik. Keempat maqāṣid tersebut selaras dengan trend pakaian syar’i  yang berkembang saat ini.
PENEGASIAN TARTĪB AL-MUSHĀFI DALAM GAGASAN ANGELIKA NEUWIRTH Ikhda Mar’atul Khusna; Rivki Lutfiya Farhan; Yoga Pratama
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.459

Abstract

Penelitian ini mengulas pemikiran Angelika Neuwirth yang melihat Al-Qur’an era pra-kanonisasi dan post-kanonisasi. Argumen Neuwirth disandarkan kepada kekhawatiran dehistorisasi Al-Qur’an setelah proses kodifikasi, yang menyebabkan unsur historis Al-Qur’an menjadi kurang menonjol. Neuwirth menegaskan bahwa lahirnya proses komunikasi dengan karakter drama yang kental melahirkan Al-Qur’an, sehingga ketika konteks berubah, Al-Qur’an tetap relevan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan metode kualitatif dengan kajian yang berfokus kepada Angelika Neuwirth, penelitian ini menegaskan bahwa; Neuwirth menawarkan solusi pembacaan yang berbasis pada kerangka kronologis, dengan mempertimbangkan konteks historis dan komunikatif. Neuwirth juga mengkaji struktur mikro surat Al-Qur’an, serta menghubungkan dengan teks-teks lain dari periode Late Antiquity, dan menekankan pemahaman Al-Qur’an sesuai dengan konteks. Model pembacaan Neuwirth  berusaha menghidupkan kembali historisitas Al-Qur’an, telah mengakibatkan pergeseran dari model pembacaan yang berfokus pada susunan mushaf Utsmani disebabkan oleh pendekatan Neuwirth yang menggunakan kerangka historis tartīb al-nuzūlī, dan menganggap tartīb al-mushāfī sebagai bentuk penyusunan yang terburu-buru dan hasil ijtihad sahabat yang dipengaruhi oleh kondisi politik saat itu. Neuwirth terlalu berfokus pada linguistik dan sejarah hingga mengabaikan aspek spiritual dan pandangan tradisional Islam. Keterlibatan Newuirth yang minim dengan komunitas Islam juga menjadi perhatian, serta dalam menggunakan berbagai disiplin ilmu, hasilnya perlu dikonsistenkan dan divalidasi agar tidak terlalu subjektif.